INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Oleh: MNK Al Amin Setelah beberapa hari mati dari dunia tulis menulis dengan bahasa bebas —tanpa menggunakan rumusan/pokok masalah, tujuan & kegunaan, kerangka teoretik, metode analisis, sumber data, sistematika pembahasan—ya, ternyata rasa rindu untuk sekedar menyalurkan hobi. Dengan menulis, juga sambil menunggu adzan maghrib berkumandang, ya, beginilah ngabuburit yang praktis dan ekonomis, yakni menulis. Sore ini, aku mendengar kicauan burung dan samar-samar mendengar lantunan pelajaran menyambut datangnya maghrib. Saya mencoba yang terbaik untuk memusatkan pendengaran saya pada materi pesan Guru. Terdengar begitu jelas dalam indera pendengarku dan begitu mudah masuk di dalam kalbu, serta pesan yang mudah untuk dimengerti (meski belum pasti mudah untuk dilalui). Ya, pesan dari Guru tentang bagaimana menemukan kebahagiaan, dari percakapan belajar. Jamaah: Guru, kulihat engkau tak pernah sedih, bagaimana resepnya? Guru: sebagai manusia biasa dan seperti umumnya, saya pribadi pun juga merasakan sedih. Jamaah: lantas, kenapa engkau tak terlihat sedih, akan tetapi terlihat selalu tersenyum…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.