[ad_1] Di masa pandemi seperti ini, Pak, tidak mudah bagi kami untuk mempertahankan penghasilan agar dapat bertahan hidup. Sebuah pekerjaan yang secara alami tetap tidak tetap. Pekerjaan yang semula tidak pasti semakin tidak menentu. Lulus, bahkan sering kurang. Tapi, dilarang bagi kita untuk mengeluh. Kami terus berjuang semampu kami, karena kami percaya setiap makhluk hidup memiliki rezekinya masing-masing. Jika ada yang bilang ekonomi sudah berjalan, itu memang benar. Lihatlah, Tuan, semakin banyak lapak-lapak di pinggir jalan. Saudara-saudara kami yang biasanya tidak berjualan, kini mereka menggelar lapak: gorengan, baso aci, nasi kuning, ya apa saja yang kira-kira bisa diubah jadi uang. Begitulah cara kami menjalankan roda ekonomi, meskipun sering seret karena kurang pelumas. Lapak di dekat kediaman kami tumbuh tiga kali lipat dibanding sebelum wabah tiba. Ramai warga berjualan, makanan terutama. Kadang-kadang kami berpikir, kalau semakin banyak yang berjualan, lantas siapa yang jadi pembeli? Jika warga sama-sama susah, siapa yang akan membeli?…
Sembako
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
