[ad_1] Kekuasaan telah jadi bagian penting dalam politik, bila bukan yang terpenting bagi para politisi. Entah berapa banyak politisi yang berusaha duduk di kursi kekuasaan dengan melakukan apa saja. Hasrat kuat pada kekuasaan ini berpotensi membuat politisi kehilangan pegangan: apakah kekuasaan menjadi tujuan atau sebagai sarana untuk menyejahterakan rakyat lahir batin? Ketika kekuasaan jadi tujuan, setelah menang dalam kompetisi politisi akan cenderung menjadikan dirinya pusat segala sesuatu [self-centring]. Dari kursi kekuasaan, politisi sejenis ini memandangi dunia sekelilingnya: rakyat, wilayah, sumberdaya, lawan dan sekutu, wewenang, dan seterusnya—segala sesuatu yang membuat dirinya merasa lebih penting dibandingkan lainnya. Kekuasaan perlahan mengubah dirinya sebagai manusia baru yang di tangannya tergenggam wewenang untuk melakukan banyak hal—termasuk yang sebelumnya tak mampu ia lakukan. “Oo, alangkah besar kuasa dalam genggamanku,” barangkali begitu ia berujar. Minuman hangat dan kudapan tersedia di mejanya tanpa ia perlu memintanya. Sarapan lengkap tertata rapi di meja makan. “Apakah Tuan menginginkan menu khusus untuk…
Politisi
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
