[ad_1] Kematian manusia, meskipun hanya satu, bukanlah sekedar angka. Sekalipun ia seorang narapidana, ia tetap berpeluang memperoleh kematian yang layak, sebab masih terbuka jalan baginya untuk menjadi manusia baik di hadapan Penciptanya. Siapapun bisa berubah, yang buruk tak selamanya buruk, sebagaimana sebaliknya. Namun, siapapun yang percaya bahwa setelah gelap akan terbit terang, ia layak menerima kematiannya secara cukup patut. Mereka, para narapidana yang tewas dalam kebakaran di salah satu blok penjara Tangerang, tidak boleh dianggap dan diperlakukan sebagai angka. Padahal, jika diibaratkan sebagai angka, 46 adalah angka yang besar karena melibatkan kematian dalam satu peristiwa. Mereka meninggal dalam kurungan dan dikurung. Tidak menggelitik dan tidak mampu menyelamatkan diri dari amukan api. Ini adalah tragedi kemanusiaan, bukan kematian biasa. Kematian mereka tidak boleh dianggap sebagai statistik belaka. Jikalaupun keluarga napi ini diberi santunan, ini sesuatu yang sudah semestinya, tapi bukan berarti pertanggungjawaban kemanusiaan lantas hilang begitu saja. Dalam bikrokrasi ada jenjang-jenjang wewenang…
Napi
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
