Belakangan ini, khususnya di DKI Jakarta, tengah terjadi polemik terkait usulan penamaan jalan yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hal itu muncul setelah Pemerintah Turki menganugerahkan nama jalan di depan kantor Kedutaan Besar RI Ankara yang baru dengan nama Jalan Ahmet Soekarno. Sehingga atas nama asas resiprokal (saling berbalas), pemerintah Indonesia pun berniat untuk menyematkan nama Mustafa Kemal Ataturk, tokoh nasionalis, dan dianggap kontroversial oleh sebagian masyarakat tersebut. Memang di mata politikus Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, Haji Lulung, atau Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, menilai Mustafa merupakan sosok yang mengacak-acak ajaran Islam. Sebagaimana dikutip dari Tempo.co, lebih jauh Anwar Abbas mengatakan bahwa, Kemal Ataturk merupakan tokoh sekuler yang tak percaya agamanya dapat membawa Turki menjadi negara maju. Anwar menyebut dalam upaya meraih itu, Mustafa justru menjauhkan rakyat Turki dari ajaran agama Islam. Sementara menurut Fachri Hamzah, maupun Wakil Katib Suriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)…
Mustafa
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
