INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Jika Anda pernah menerima penilaian atau kritik orang lain, Anda mungkin ingat betapa buruknya itu. Bahkan jika Anda tidak ingat persis apa yang mereka katakan, Anda mungkin ingat bagaimana perasaan Anda saat itu. Jadi mengapa beberapa orang menghakimi sementara yang lain toleran dan menerima? Apa yang mendorong satu orang menjadi kritis sementara yang lain mendukung? Mari kita lihat beberapa alasan psikologis mengapa seseorang mungkin menghakimi. Itu dapat membantu kita memahami dari mana orang lain berasal dengan perilakunya. 1. Mereka merasa tidak aman dan memiliki harga diri yang rendah. Sebagai aturan umum, semakin tidak aman seseorang tentang dirinya sendiri, semakin mereka akan menghakimi orang lain. Ini mungkin tentang penampilan pribadi, status sosial, prestasi, kebugaran, kesehatan, usia, atau bahkan perilaku. Mereka yang menilai orang lain cenderung mengambil dari perasaan, kegagalan, dan pengalaman pribadinya sendiri. Jika mereka dibuat merasa rendah diri, tidak dihargai, tidak diinginkan, dan tidak dihargai di masa lalu, mereka akan…

Singa KPK Dipecat, Mengapa Elite Diam Membisu? – Pilihan Editor
INDONESIAN CHANNEL  

Singa KPK Dipecat, Mengapa Elite Diam Membisu? – Pilihan Editor

[ad_1] Pimpinan KPK akhirnya memukul gong yang menentukan nasib 56 pegawai lembaga antirasuah ini: mereka dipecat. Singa-singa KPK yang ditakuti koruptor itu tidak lagi boleh bekerja di lembaga tempat mereka mengabdi belasan tahun mulai 30 September 2021 nanti. Dengan nada getir, penyidik senior Novel Baswedan—korban penyiraman air keras hingga rusak penglihatannya, berkata: “Kami berupaya memberantas korupsi, tapi kami diberantas.” (Berita utama Koran Tempo, Kamis 16 September 2021). Mereka ditetapkan selesai bekerja di KPK per 30 September nanti, sehingga Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono—yang juga dipecat—secara satir mengistilahkan tindakan pemberhentian itu sebagai G30STWK. Mereka dipecat karena dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan versi pimpinan KPK. Pemecatan ini menegaskan adanya tahapan yang jelas dari upaya melemahkan pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi siapa yang peduli? Lihatlah sikap para elite-wan dan elite-wati di negeri ini: membalik badan, menutup kuping, memejamkan mata, dan menahan mulut agar tidak bersuara menyaksikan peristiwa ironis tersebut….

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.