INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Oleh: M. Nur Kholis Al Amin Teman-teman, menulis tentang kearifan lokal atau bahasa kecenya, tuh, dikenal dengan istilah kearifan lokal ternyata tidak membosankan, lo. Seperti ketika dihadapkan dengan belajar bersama-sama tentang salah satu alat yang umum digunakan sebagai salah satu sarana untuk ibadah, khususnya untuk mempermudah tergeraknya hati agar selalu berdzikir atau selalu ingat ( kesadaran) kepada Tuhan, dalam setiap detail yang telah dijalin menjadi satu kesatuan utuh, yang biasa digunakan oleh para tetua. Apa itu? Tak lain ya tasbih atau kalau lughot / logat saya biasa ngucapin rosario, bukan yang model tasbih digital loh, tapi tasbih bulet-bulet dari kayu ataupun biji-bijian. Terus apa dong hubungannya dengan kearifan lokal? Kok seperti gak nyambung gini… Ya, kalau menggunakan teori integrasi-interkoneksi, bisa saja tuh dihubungin dan gak salah juga, loh. Apalagi kalau ngomongin kearifan lokal, kan banyak banget toh akronim-akronim yang menyimpan makna tersirat, semisal: kucing, kukune runcing; tandur, ditata mundur (coba…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.