Tak Berkategori  

[ad_1] Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor meluncurkan website sebagai upaya optimalkan taman bacaan di Indonesia. Disaksikan 160-an anak pembaca aktif dan 20 relawan, peluncuran website resmi https://tbmlenterapustaka.com/ (tbmlenterapustaka.com) dilakukan di Bogor (13/10/2021). Selain berisi profil dan program taman bacaan, website ini pun menyajikan rubrik “majalah taman baca” yang ditulis setiap hari tentang aktivitas dan opini seputar taman bacaan dan gerakan litetasi di Indonesia. “Website tbmlenterapustaka.com ini dibangun secara sukarela oleh relawan kami, Nazarkasih. Sebagai bentuk kepedulian terhadap aktivitas taman bacaan yang layak dipublikasikan. Di era digital sekarang, taman bacaan bukan hanya tempat baca buku. Tapi harus mampu menjadi menjadi inkubator gerakan literasi dan tradisi baca, termasuk praktik baik taman bacaan. Apa saja informasi ada di website kami” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yang sekaligus kandidat Doktor Taman Bacaan dari Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor. Nazarkasih, developer sekaligus relawan TBM Lentera Pustaka membangun…

Begini 7 Dampak Fatal Bila Negara Abai Terhadap Persoalan Literasi – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Begini 7 Dampak Fatal Bila Negara Abai Terhadap Persoalan Literasi – Humaniora

[ad_1] Negara mengabaikan literasi Semua orang Indonesia ingin bangsanya literat. Agar terhindar dari hoaks, tidak gampang bergosip atau berujar kebencian. Katanya di ruang seminar, Indonesia perlu wujudkan masyarakat yang literat. Lalu, bagaimana realitas literasi masyarakat hari ini? Terkadang bingung juga. Urusan literasi di Indonesia itu harusnya dimulai dari mana? Minat baca-tulis yang harus ditingkatkan. Akses bacaan yang diperluas. Taman bacaan atau perpustakaan yang perlu diperbanyak. Atau cukup literasi hanya dibahsa di ruang-runag seminar. Dicanangkannya literasi sebagai gerakan nasional. Mau dari mana memulainya? Maka berbagai riset internasional menobatkan tingkat literasi bangsa Indonesia tergolong rendah. Laporan berjudul “Skills Matter” yang dirilis OECD (2016) melalui tes PIAAC, menyatakan tingkat literasi orang dewasa Indonesia berada pada posisi terendah dari 40 negara. Hanya 1% orang dewasa yang memiliki tingkat literasi yang memadai; yang dapat mengintegrasikan, menafsirkan, dan mensintesis informasi dari teks yang panjang. Lalu, hanya 5.4% orang dewasa yang dapat menemukan informasi dari teks yang panjang.  Lalu, Central Connecticut State University merilis…

Relawan Taman Bacaan di Bogor, Tanpa Pamrih Menembus Batas Takdir Kemanusiaan untuk Literasi – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Relawan Taman Bacaan di Bogor, Tanpa Pamrih Menembus Batas Takdir Kemanusiaan untuk Literasi – Peristiwa

[ad_1] Tidak ada kesuksesan taman bacaan tanpa dukungan relawan dan wali baca. Selain menjadi ujung tombak, relawan dan wali baca adalah sosok dominan yang bergerak dalam menjaga kelangsungan aktivitas tradisi baca dan gerakan literasi.  Bila ada pemantik aktivitas literasi, sejatinya ada di para relawan dan wali baca taman bacaan. Relawan dan wali baca, bisa jadi figur yang sangat berperan di taman bacaan dan gerakan literasi. Saat anak-anak membaca, ada relawan yang membimbingnya. Saat berapa buku yang dibaca, ada wali baca yang mencatanya. Mereka relawan, orang yang bekerja ikhlas tanpa pamrih di taman bacaan. Karena relawan dan wali baca boleh disebut orang yang rela melakukan apapun terkait kemanusiaan di taman bacaan. Di samping punya kepedulian dalam hati untuk menebar tradisi baca dan budaya literasi. Atas dasar itulah, tim relawan dan wali baca TBM Lentera Pustaka Bogor menggelar rapat koordinasi program Kampung Literasi Sukaluyu di Flora Café Curug Nangka (3/10/2021). Dihadiri Susi, Zhia, Dila,…

Kampung Literasi Bikin 4 Pojok Baca Baru di Bogor, Tambah Akses Bacaan Anak-anak – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Kampung Literasi Bikin 4 Pojok Baca Baru di Bogor, Tambah Akses Bacaan Anak-anak – Peristiwa

[ad_1] Semua orang sepakat, bahwa membaca adalah aktivitas yang penting. Tidak terkecuali anak-anak Indonesia. Tapi banyak pihak pula menuding, minat baca anak-anak Indonesia dianggap rendah. Apalagi di tengah era digital dan pengaruh gawai seperti sekarang. Padahal, minat bac aitu tergantung akses bacaannya. Bila tidak ada akses maka tidak ada minat, tidak ada perilaku membaca. Atas dasar itulah, Kampung Literasi di Bogor bernama “Kampung Literasi Sukaluyu” membukan 4 pojok baca baru. Sebagai komitmen menyediakan akses bacaan kepada anak-anak dan kaum ibu. Di samping mewejudkan kawasan giat membaca berbasis inklusi sosial. Keempat pojok baca akan dijalankan Oktober 2021 ini dan berlokasi di Kampung Jami, Kampun Tamansari, kampung Warung Loa, dan Kebun Baca Lentera. Pojok baca “Kampung Literasi Sukaluyu” akan beroperasi 2 kali seminggu, pada tiap Selasa dan Kamis sore. Dengan menyediakan 2 dus buku bacaan, 1 dus untuk anak-anak dan 1 dus untuk ibu-ibu. Dengan menggunakan tikar baca, beragam buku bacaan baru dan…

Hindari Jeratan Utang Berbunga Tinggi, Kampung Literasi Sukaluyu Genjot Edukasi Finansial Rumah Tangga – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Hindari Jeratan Utang Berbunga Tinggi, Kampung Literasi Sukaluyu Genjot Edukasi Finansial Rumah Tangga – Analisis

[ad_1] Praktik rentenir adalah realitas di kampung-kampung. Tidak sedikit warga yang terjerat utang berbunga tinggi hingga memporak-porandakan ekonomi keluarga. Maka sebagai ikhtiar mengajarkan pentingnya pengelolaan ekonomi keluargan di samping pemberdayaan ekonomi rakyat secara nyata, Kampung Literasi Sukaluyu menggerakkan literasi finansial melalui Koperasi Lentera yang basisnya simpan pinjam. Diikuti 28 kaum ibu sebagai anggota, program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM memperkuat pemahaman literasi finansial warga di Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor untuk menghindari jeratan utang yang ditawarkan bank keliling (bangke) pada Sabtu (25/09/2021). Sekaligus edukasi pentingnya perencaaan ekonomi keluarga yang diberikan Syarifudin Yunus, penggagas Koperasi Lentera dan pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Bertajuk “Keuangan keluarga 50:30:20”, kaum ibu dibekali edukasi literasi finansial untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan kelurga dengan format 50% untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, 30% untuk bayar utang dan jajan anak, dan 20% untuk tabungan atau simpanan koperasi. Dilaporkan pula kondisi…

Soal Literasi dan Taman Bacaan Butuh Perbuatan, Bukan Pelajaran atau Seminar – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Soal Literasi dan Taman Bacaan Butuh Perbuatan, Bukan Pelajaran atau Seminar – Peristiwa

[ad_1] Sola literasi dan taman bacaan tidak bisa tuntas dengan seminar dan diskusi Mungkin semua pihak sepakat, bahwa persoalan literasi dan taman bacaan di Indonesia tidak dapat diselesaikan di belakang meja. Atau melalui ruang-ruang seminar dan diskusi. Karena sejatinya, literasi dan taman bacaan adalah aksi nyata. Sebuah perbuatan untuk menciptakan masyarakat yang literaT. Literasi adalah perbuatan. Taman bacaan pun perilaku. Maka diskursus literasi dan taman bacaan, di mana pun, tidak boleh melupakan apa yang terjadi di lapangan. Jangan meninggalkan realitas dan akar rumput literasi itu sendiri. Sungguh, persoalan literasi dan taman bacaan sulit dipecahkan bila basisnya teoretik. Tanpa mau terjun langsung dan berhadapan dengan realitas yang ada di masyarakat. Literasi tidak bisa dituntaskan di belakang meja. Sikap ini penting. Apalagi di tengah maraknya seminar dan diskusi tentang literasi dan taman bacaan. Karena hari ini, hampir semua pihak bicara tentang literasi. Tanpa bisa disortir lagi. Hingga banyak orang bingung, mana yang praktik…

Praktik Baik yang Literat, Itulah Bedanya Pegiat Literasi dan Bupati Kolaka Timur – Humaniora
INDONESIAN CHANNEL  

Praktik Baik yang Literat, Itulah Bedanya Pegiat Literasi dan Bupati Kolaka Timur – Humaniora

[ad_1] Kaget nggak sih kamu, tahu-tahu Plt. Bupati Kolaka Timur kena OTT KPK. Dia dicokok akibat transaksi haram berkaitan dengan dana bantuan dari BNPB. Kok bisa, pejabat daerah malah korupsi dan bertindak memperkaya diri? Terus, bagaimana bisa menyejahterakan rakyatnya? Aneh pejabat zaman now. Pejabat yang tidak literat kok jadi makin banyak ya. Entah kenapa? Hari ini, banyak orang pengen hidup bahagia, pengen nyaman. Tapi ikhtiar yang dilakukan tidak baik. Praktik dan perbuatannya buruk sehari-hari. Sehingga berujung nestapa. Bahkan mungkin doa-nya pun kurang baik. Dikasih amanah, bukannya ikhtiar yang baik. Agar bisa jadi ladang amal dan kebaikan. Ehh, justru terbalik. Malah menebar praktik buruk atas nama niat memperkaya diri sendiri. Kongkalikong dengan sejawat untuk hal-hal yang tidak baik. Praktik baik pun sirna. Praktik baik itu penting untuk semua orang. Ikhtiar baik harus diingatkan untuk siapa pun. Mau pejabat. Politis, professional maupun rakyat jelata. Karena perbuatan baik, di mana pun, pasti berujung kebaikan…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.