[ad_1] * Buat Todung Mulya Lubis, rekan diskusi di Forum Demokrasi pimpinan Gus Dur dan yang pernah membela secara cuma-cuma tempat saya bekerja ketika dikeroyok sekitar enam belas pengacara. Novel Menunda Kekalahan memang sebuah cerita fiksi, tetapi bagi saya isinya terlalu jelas. Saya merasa sangat kenal tokoh utamanya, dan kasus yang dipakai sebagai bahan cerita sangat terang benderang. Maka, dalam dunia perfiksian, novel ini –untuk tidak menimbulkan kontroversi – kita sebut saja sebagai cerita base on true story dari kasus yang pernah menggemparkan Indonesia dan Australia (Kasus Bali Nine). Topan, tokoh utama novel ini, sebenarnya lebih dikenal sebagai pengacara korporasi yang banyak menangangi perkara perdata. Ia mewakili banyak korporasi besar untuk kasus-kasus bisnis. Tapi, sebenarnya, sebelum dia mendirikan kantor pengacara bersama rekan-rekannya, ia cukup akrab dengan masalah hak asasi manusia. Ia sangat benci pada narkoba, tetapi ia juga menolak adanya hukuman mati. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dia dan timnya menerima penunjukkan…
Hukuman
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
