[ad_1] Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam termasuk nikel, sedang bersiap menjadi rantai pasokan global kebutuhan kendaraan listrik (Kendaraan listrik) dunia. Namun, untuk mencapai posisi tersebut diperlukan bantuan terutama pengetahuan mengolah nikel menjadi barang setengah jadi bahkan ke barang jadi yang sempurna. Di sinilah peran investor dibutuhakn. Misalnya saja, kabar bahwa Tesla akan berinvestasi mengenai pembuatan mobil listrik di Indonesia sudah berhembus sejak awal tahun. Namun tidak hanya Tesla yang mengincar ‘harta karun’ RI sebagai bahan baku baterai EV, banyak negara-negara lain yang tertarik untuk mengembangkan industri baterai listrik di Tanah Air. Mengapa para investor ini tertarik? Karena Indonesia dikatakan hanya perlu 5 tahun untuk mencapai mata rantai industri baterai lithium, sedangkan negara seperti Tiongkok memelrukan waktu hingga 20 tahun. Hal ini diungkap salah satu investor kawasan industri IMIP kala berbincang dengan 3 Menteri RI mengenai masa depan mobil listrik Indonesia, Juli silam. Namun, ketika Indonesia sudah mulai menjajaki kesempatan…
Ekspor
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
