Berkat IMIP dan Sejumlah Relawan, WIilayah Bahodopi Bersih dari Sampah – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Berkat IMIP dan Sejumlah Relawan, WIilayah Bahodopi Bersih dari Sampah – Peristiwa

[ad_1] Kegiatan Hari Pembersihan Dunia (WCD) 2021 kembali dinamai dan diikuti oleh 180 negara di dunia yang terlibat 20 juta sukarelawan. Termasuk PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park), yang kemudian berperan aktif dalam WCD 2021 dengan mengumpulkan sampah dan memberikan edukasi pemilahan sampah di Kecamatan Bahodopi pada Sabtu (18/9/2021). Aksi WCD tahun ini mengusung tema “Bersatu untuk Indonesia Bersih” dengan mengadakan pilah sampah dari rumah yang relevan dengan kondisi pandemi saat ini. Sampah-sampah yang dibersihkan dipilah berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik. Pengumpulan sampah yang dilakukan oleh PT IMIP ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali dan Pemerintah Kecamatan Bahodopi, Pemerhati Lingkungan Bahodopi (PLB), TNI, Polri, relawan/warga, organisasi, komunitas dan lembaga kerukunan keluarga. WCD yang rutin diadakan setiap tahun pada bulan September di Bahodopi ini lokasinya terbagi di beberapa desa yang diantaranya adalah Desa Bahodopi,  digelar di kecamatan bahodopi. Desa Keurea, Desa Bahomakmur dan Desa Fatufia yang menjadi objek untuk…

Belajar dari Drucker: Pemimpin Tidak Patut Berdalih – Analisis
INDONESIAN CHANNEL  

Belajar dari Drucker: Pemimpin Tidak Patut Berdalih – Analisis

[ad_1] Seseorang yang sudah menempati posisi teratas dalam organisasi apakah tidak perlu membaca lagi ide-ide, gagasan, pikiran, pandangan, serta contoh-contoh kepemimpinan? Jika orang tersebut mengatakan tidak perlu, maka ia tidak layak untuk terus duduk di kursi kepemimpinan itu. Sebab, jika ia merasa sudah piawai tentang seluk beluk kepemimpinan hanya karena sudah mencapai puncak organisasi, ia akan mudah terlena dan lupa untuk apa ia menjadi pemimpin. Banyak CEO perusahaan, organisasi nirlaba, maupun kepala pemerintahan yang tetap belajar ihwal kepemimpinan dengan kerendahan hati. Posisi puncak tidak membuat mereka terlena dan merasa tidak memerlukan lagi nasihat, saran, pikiran, maupun pandangan dari orang lain—bukan hanya mengenai isu-isu yang menjadi tanggung jawab mereka, melainkan yang lebih penting ialah tentang peran mereka sebagai pemimpin. “Untuk apa saya jadi pemimpin dan bagaimana saya harus memimpin?” layak selalu jadi pengingat ketika seorang pemimpin dihadapkan pada situasi genting yang menunggu keputusannya. Ibarat suhu di dunia persilatan, semakin tinggi posisi seseorang,…

Belajar dari Keeksotisan Keris – Analisa
INDONESIAN CHANNEL  

Belajar dari Keeksotisan Keris – Analisa

[ad_1] Belajar dari keeksotisan “Keris” Oleh: MNK Al Amin Berbicara mengenai budaya, khususnya budaya Nusantara maka khazanah kekayaannya pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu atau dua minggu saja, saking beragamnya kekayaan kebudayaan Nusantara yang luar biasa. Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas salah satu khazanah kebudayaan Nusantara dari Jawa, yakni keris yang oleh UNESCO diakui sebagai warisan takbenda. Selain itu, jika kita ingin mengkaji lebih jauh tentang keris yang tidak sebatas menggunakan pendekatan ilmu kebatinan, maka sebenarnya keris tersebut merupakan karya keji para empu yang membuatnya pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan di Jawa pada zaman dahulu. . Betapa tidak, pembuatan keris tersebut dengan menggunakan proses tirakat yang luar biasa (dalam Islam dikenal istilah riyadhoh), di mana oleh para empu yang membuatnya tak tanggung-tanggung, dengan mengerahkan tirakat yang maksimal dan untaian doa-doa yang disertakan pada saat proses pembuatan keris tersebut. Dari sisi bahan pun, keris dikenal tidak sebatas dibuat oleh…

Asa Adah Jadi Hafidzah, dari Pelosok Lombok Menuju Pesantren Takhasus Cikarang – Gaya Hidup
INDONESIAN CHANNEL  

Asa Adah Jadi Hafidzah, dari Pelosok Lombok Menuju Pesantren Takhasus Cikarang – Gaya Hidup

[ad_1] Namanya Sa’adatud Darain. Adah, panggilan akrabnya adalah putri kedua dari pasangan Imran dan Usniati. Gadis 16 tahun ini memiliki cita-cita menjadi hafidzah Al-Qur’an 30 juz. Dengan hafalan 5 juz, Adah saat ini bertekad untuk sungguh-sungguh menyelesaikan hafalannya di Pesantren Tahfizh Daarul Quru’an Takhasus Cikarang. Menyeberang pulau menjadi pengalaman tersendiri bagi Adah. Mengingat, ia lahir dan besar di Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dengan dukungan penuh dari kedua orang tua, ia merajut mimpi di tanah Jawa. Setelah dinyatakan lulus seluruh seleksi Pesantren Tahfizh Daarul Qru’an Takhasus Cikarang, Adah memulai setoran hafalan secara online. Dengan kondisi tempat tinggal yang berada di pelosok, Adah merasakan betul kesulitan mendapatkan jaringan seluler. Setiap kali hendak setor hafalan, Adah harus berjalan 300 meter ke pantai untuk sekedar mencari jaringan. Terkadang Adah juga harus menunggu hingga berjam-jam untuk menyesuaikan dengan jadwal asatidz yang membimbingnya. Namun, itu semua tidak akan menghalangi mimpinya menjadi penghafal…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.