INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 28 Oktober 2019 1 jam lalu Fiksi Topik Utama Dibaca : 28 kali Oleh: M.N.K Al Amin “aku” begitu terpesonaOleh kemolekan yang ditawarkan duniaHingga “aku” sering menilaiBahwa bahagia ituKetika kaya dan banyak hartaSehat badan dan jiwaSehingga para sesepuh Jawa dahulu kalaMewanti-wanti dalam suatu slogan yang penuh maknaRingan dan mudah dipahamNamun bisa sebagai peganganDalam meniti hidup yang penuh dengan kesabaran dan diiringi dengan ikhtiyar.Yakni, “Sak padhang-padhange rino, iseh padhang yen keturutan kekarepane, lan sak petheng-pethenge bengi, iseh petheng yen ora keturutan kekarepane”Sehingga, bahagia itu lebih sederhanaKetika keinginan kita terpenuhiNamun, begitu jumawanya “aku”Terlalu banyak keinginanIni dan ituYang selalu beranak pinakKetika keinginan ini telah terpenuhiMaka bilanglah diri iniIni karena “usahaku”Entah, kenapa “ku” sulit mengakui hadirMuSehingga, bukan puja-puji yang terlontar dari hati dan mulutkuNamun, hanya sebatas pengakuanku sajaDan begitu sombongnya aku.Tanpa mengingatMuBahkan, syukurku punYang terucap melalui lisanHarus mengeja terlebih dulu berapa besar pemberianMuYang mampu untuk membahagiakanku Tuhan…Begitu sombongnya akuTerlihat ku…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.