INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Tidak ada satupun manusia yang ingin terlahir dalam keadaan buta aksara. Tidak bisa membaca dan menulis. Maka tekad memberantas buta aksara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi kontribusi masyarakat pun diperlukan. Agar kaum buta aksara yang masih tersisa, sebesar 1,78% dari jumlah penduduk Indonesia dapat dituntaskan. Atas dasar itu, program Kampung Literasi Sukaluyu tahun 2021 yang dijalankan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung salak Bogor bertekad untuk menuntaskan berantas buta aksara di kalangan ibu-ibu. Hal ini ditegaskan Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka saat sosialisasi relawan peningkatan literasi baca-tulis GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) di Bogor (20/09/2021). Melalui program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM ini dicanangkan ketuntasan melek huruf untuk satu tahun ke depan, di samping program pemberdayaan ekonomi di kalangan kaum ibu. Dalam kesempatan ini, TBM Lentera Pustaka pun memperkenalkan tiga relawan baru yang akan mengajar kaum buta aksara. Patut…

Apa Kabar Kaum Buta Huruf Jelang Hari Aksara Internasional? – Peristiwa
INDONESIAN CHANNEL  

Apa Kabar Kaum Buta Huruf Jelang Hari Aksara Internasional? – Peristiwa

[ad_1] Penulis Indonesiana Bergabung Sejak: 29 April 2019 1 jam lalu Peristiwa Berita Utama Zaman boleh canggih tapi tidak bermakna saat masih ada kaum buta huruf. Bagaimana kaum buta huruf jelang Hari Aksara Internasional? Inilah kisahnya Dibaca : 17 kali Katanya era digital, eranya teknologi hebat. Ternyata tidak semua orang bisa menikmatinya. Apalagi kaum buta aksara. Tapi begitulah adanya. Zaman boleh canggih. Tapi bila masih ada yang buta aksara di dekat kita, apalah arti itu semua? Itulah yang dilakukan GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor. Sebuah perjuangan melek huruf, melek baca tulis untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan orang-orang yang bisa. Seminggu 2 kali mereka belajar. Dari mengeja suku kata, kata hingga menulis nama dan tanda tangan. Para ibu warga belajar buta aksara GEBERBURA TBM Lentera Pustaka tergolong kaum tidak beruntung. Setelah di data, mereka memiliki tingkat pendidikan 33% SD dan 67% SD tapi…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.