Mitos Nasi Basi Pembawa Hal Buruk, Benarkah? – HEALTHNEWS MAGAZINE

[ad_1]

Sejak zaman dahulu, para orang tua di Indonesia mempercayai sebuah mitos terkait nasi basi. Mitosnya, jika nasi yang ada di rumah menjadi basi berulang kali, maka itu menjadi petanda buruk yang artinya akan ada anggota keluarga yang akan meninggal. Namun, ini adalah mitos, sebab nasi basi sebenarnya bisa disebabkan bebarapa hal seperti beras tidak bersih saat dicuci. Bisa juga karena nasi dalam keadaan panas dan beruap ditutup, sehingga uap air yang mengembun di tutup membasahi nasi, hingga membuatnya lekas basi.

Dalam artikel ini, kita akan melihat asal-usul mitos, serta mengeksplorasi bagaimana hal itu masih relevan hingga saat ini. Kami juga akan membahas mengapa penting untuk memisahkan fakta dari fiksi, dan bagaimana mitos ini dapat mempengaruhi perilaku orang tua Indonesia saat ini.

Artikel terkait: Mengulas Mitos Belatung di Rumah, Benarkah Ada Orang Mengirim Santet?

Mitos Nasi Basi yang Berkembang di Indonesia

  1. Penyebab Nasi Cepat Basi

Nasi basi dapat disebabkan oleh penyimpanan yang tidak benar, dibiarkan terbuka, terkena kelembapan atau suhu ekstrem. Hal tersebut juga bisa terjadi karena tidak segera digunakan setelah dimasak yang mana nasi perlahan menguapkan kelembapan, mongering, keras, dan rapuh seiring waktu.

Selain itu, nasi dapat mengandung serangga atau spora jamur yang menyebabkannya membusuk dan basi. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan beras dalam wadah kedap udara, di tempat yang sejuk dan kering, serta segera dikonsumsi setelah dimasak.

  1. Penjelasan Mitos yang Beredar

Mitos anggota keluarga meninggal jika nasi di rumah menjadi basi berulang kali dipercaya di Indonesia sejak zaman dahulu. Mitos ini tidak berdasar, karena nasi basi biasanya disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti kelembapan atau penyimpanan yang tidak tepat. Itu tidak selalu menyiratkan segala jenis pertanda buruk atau kematian yang akan datang. Oleh karena itu, mitos ini tidak boleh dianggap serius atau dipercaya.

Sebaliknya, nasi basi harus dilihat sebagai kesempatan untuk belajar tentang langkah-langkah penyimpanan yang tepat untuk mencegah pembusukan makanan.

  1. Alasan Sebenarnya di Balik Nasi Basi

mitos nasi basi

Sumber: unsplash

Sementara banyak orang tua Indonesia percaya bahwa nasi basi adalah tanda kematian yang akan datang, alasan sebenarnya di balik fenomena ini jauh lebih biasa. Nasi basi adalah hasil dari penyimpanan yang tidak tepat. Beras adalah biji-bijian, dan jika disimpan tidak disimpan dengan baik dalam wadah kedap udara, maka akan cepat rusak.

Mitos ini sebenarnya takhayul dan tidak memiliki dasar fakta. Oleh karena itu, jika Anda ingin nasi tetap segar, cara terbaik adalah menyimpannya dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering.

  1. Tips Praktis Menghindari Nasi Basi

Nasi basi adalah masalah umum di banyak rumah tangga Indonesia, tetapi tidak perlu panik. Ada beberapa tips praktis yang bisa digunakan agar tidak terlalu sering membuang nasi basi.

  • Pertama, simpan beras Anda dalam wadah kedap udara. Ini akan membantu menjauhkan kelembapan dan mencegahnya menjadi basi.
  • Kedua, belilah beras dalam jumlah yang lebih kecil sehingga tidak perlu khawatir akan basi sebelum digunakan.
  • Ketiga, bekukan beras apabila tidak akan menggunakannya untuk sementara waktu. Namun, jangan putus asa jika nasi tetap basi sebab masih bisa diolah menjadi beberapa masakan, seperti nasi goreng atau puding nasi.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat membantu memastikan nasi tetap segar dan tidak menimbulkan kekhawatiran.

  1. Signifikansi Mitos dalam Kebudayaan Indonesia

Mitologi memiliki peran penting dalam budaya Indonesia, dan salah satu mitos yang paling banyak dikenal adalah mitos tentang nasi basi. Selama berabad-abad, para orang tua di Indonesia percaya bahwa jika nasi di rumahnya berulang kali basi, itu pertanda buruk atau kematian.

Meski mitos ini tetap ada, namun tidak berakar pada kebenaran. Nasi basi sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor alamiah. Terlepas dari kenyataan bahwa mitos ini telah terbukti tidak benar, namun tetap menjadi bagian penting dari budaya Indonesia dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Artikel terkait: Mitos Makan Berkat Orang Meninggal, Benarkah bisa Bawa Sial saat Memakannya?

Jadi, penting untuk diingat bahwa kepercayaan bahwa nasi basi sebagai tanda kematian di Indonesia hanyalah mitos belaka. Meskipun itu adalah kepercayaan yang mengakar kuat yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, itu tidak faktual.

Adanya kepercayaan dan takhayul tidak boleh dianggap sebagai kebenaran dan perlunya bersikap kritis terhadap informasi yang kita temui untuk menghindari penyebaran informasi palsu.

Baca juga:

Mitos Makan Jantung Pisang saat Hamil Membuat Ukuran Bayi Kecil saat Lahir

Penjelasan Mitos Makan Ceker Ayam Bikin Tulisan Tangan Jadi Jelek

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »