Mitos Gigi Berbunyi saat Tidur Diganggu Jin, Ini Faktanya – HEALTHNEWS MAGAZINE

[ad_1]

Ada banyak bentuk kepercayaan di masyarakat yang masih dipercaya meski tidak berlandaskan pada fakta. Misalnya saja mitos gigi berbunyi saat tidur. Dipercaya, bahwa hal tersebut menjadi salah satu tanda gangguan jin.

Bila mengacu pada penjelasan ilmiah, fenomena ini bisa dijelaskan secara gamblang, Parents. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut bruxism.

Nah, dalam artikel ini kita akan bahas mengenai ulasan seputar mitos dan fakta mengenai bruxism ini. Sebaiknya simak hingga akhir, ya.

Artikel Terkait: 6 Mitos dan fakta seputar pertumbuhan gigi bayi, Parents wajib tahu nih!

Penjelasan Mitos Gigi Berbunyi saat Tidur dan Fakta Bruxism

Tidak begitu jelas asal mula mitos mengenai hal ini bisa dipercaya. Sebetulnya, kepercayaan seperti ini hendaknya tetap kita hormati, tetapi sebisa mungkin jangan sampai membuat khwatir.

Ya, rasa was-was yang berlebihan bisa ditimbulkan bila hanya memahami dari satu sudut pandang saja, Parents. Sehingga, penting untuk tetap membatasi diri dan memahami fakta dibalik kepercayaan yang ada.

Bruxism, Fenomena Gigi Berbunyi Tanpa Sadar

Bruxism adalah suatu kondisi seseorang menggertakkan gigi secara tidak sadar. Ketika hal ini terjadi selama tidur, dikenal juga sebagai sleep bruxism.

Kondisi ini seringkali dikaitkan dengan stres dan kecemasan. Bagi sebagian kasus, hal ini biasanya merupakan tanda kecemasan atau masalah yang berhubungan dengan stres, Parents. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh gangguan tidur, obat-obatan, dan bahkan genetika.

Artikel Terkait: 8 Fakta dan Mitos Kesehatan Gigi, Jangan Sampai Keliru

Dampak Bruxism

Pada sebagian kasus, kondisi ini tidak berbahaya. Namun, ada juga yang bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan. Bila memang dirasa menimbulkan ketidaknyamanan, Parents ebaiknya berkonsultasi dengan dokter, ya.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gigi, rasa sakit, dan ketidaknyamanan. Selain itu, bruxism dapat menyebabkan nyeri otot rahang dan wajah, sakit kepala, dan bahkan kerusakan pada gigi dan gusi.

Dalam beberapa kasus, bruxism dapat menyebabkan kondisi gigi yang parah dan bahkan kehilangan gigi. Penting untuk mengambil langkah-langkah mengurangi risiko dan gejala untuk mencegah kerusakan gigi jangka panjang. Selain itu, penting untuk mencari pengobatan bruxism jika Parents mengalami gejala ini.

Diagnosis Melalui Pemeriksaan Fisik dan Psikologis

Diagnosis bruxism dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan psikologis. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa gigi dan rahang untuk mengecek tanda-tandanya. Selain itu, mereka dapat menilai kondisi sendi temporomandibular (TMJ).

Pemeriksaan psikologis pun bisa dilakukan untuk membantu menentukan seseorang menderita stres atau kecemasan yang mendasarinya. Dalam beberapa kasus, studi tidur semalam direkomendasikan untuk menentukan kondisi pasien menderita bruxism saat tidur, Parents.

Seorang dokter juga dapat merekomendasikan tes tambahan untuk kondisi medis lain yang mungkin menyebabkan nya. Jika diagnosis bruxism sudah diketahui penyebabnya, dokter kemudian akan membuat rencana perawatan untuk membantu pasien mengelola gejalanya.

Artikel Terkait: Mengenal Agenesis Gigi, Salah Satu Penyebab Gigi Anak Tidak Tumbuh

Pengobatan Bruxism Beragam

Ada beberapa jenis pengobatan bruxism yang bisa dilakukan, sesuai dengan penyebabnya. Misalnya saja meliputi perubahan gaya hidup, penggunaan pelindung mulut, dan teknik relaksasi.

Perubahan gaya hidup termasuk menghindari stres dan mencoba jadwal tidur yang teratur. Penggunaan pelindung mulut membantu melindungi gigi. Selain itu Parents, ada juga teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, olahraga, dan yoga yang dapat membantu mengurangi tingkat stres. 

Jadi, mitos gigi berbunyi saat tidur diganggu jin tidak dapat dipertanggung jawabkan faktanya. Sebaliknya, hal ini memiliki penjelasan ilmiah, yakni sebagai fenomena bruxism.

Meskipun hal ini bisa mengkhawatirkan saat dibiarkan saja, penting untuk memahami penyebab yang mendasarinya untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan mencegah kerusakan jangka panjang. Selain itu, mengunjungi dokter gigi atau dokter untuk perawatan medis maupun psikologis dapat bermanfaat dalam membantu mengatasi kondisi tersebut.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk Parents!

****

Baca Juga:

Kupas Tuntas Mitos Gigi Anak Tumbuh di Bawah Duluan dan Faktanya

Anak Terlambat Tumbuh Gigi? Jangan Panik, Ini Penjelasan Dokter Gigi

Bayi Demam Karena Tumbuh Gigi, Apa Bedanya dengan Demam Biasa?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »