KKN Saat PPKM, Mahasiswa UNEJ Tingkatkan Literasi Sains Anak Melalui Eksperimen Sederhana di Rumah – Gaya Hidup

[ad_1]

Penulis Indonesiana

Bergabung Sejak:
25 Agustus 2021


4 jam lalu

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Seorang mahasiswa KKN Back To Village 3 Kelompok 17 Universitas Jember (UNEJ), kenalkan program optimalisasi pembelajaran dan literasi sains anak. Kegiatan tersebut dilakukan pada siswa SMP kelas 7 yang berada di Dusun Nyanyat. RT 06. RW 02. Desa Bulurejo. Kecamatan Benjeng. Kabupaten Gresik. Kegiatan bertujuan untuk membantu peningkatan keterampilan, minat dan sikap rasa ingin tahu khususnya dibidang pendidikan sains. Dengan malakukan eksperimen, memberikan pengalaman anak dalam proses pembelajaran terhadap suatu media yang digunakan dengan cara melihat, mendengar, dan mengamati sebab akibat yang ditimbulkan.

    Dibaca : 62 kali

    Gresik – Seorang mahasiswa KKN Kembali ke Desa 3 Kelompok 17 Universitas Jember (UNEJ), Binuril Ma’rifah kenalkan program optimalisasi pembelajaran dan literasi sains anak. Kegiatan tersebut dilakukan pada siswa SMP kelas 7 yang berada di Dusun Nyanyat. RT 06. RW 02. Desa Bulurejo. Kecamatan Benjeng. Kabupaten Gresik.

    Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Gubernur Jawa Timur menyatakan bahwa Kabupaten Gresik termasuk dalam kriteria Level 3. Kemudian adanya edaran pelaksanaan PTM di Wilayah Kabupaten Gresik dengan Nomor 421/2703/437.53/2021 menjelaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan ketat di satuan pendidikan Paud, SD, SMP, dan Pendidikan Kesetaraan Negeri/Swata.

    Oleh karena itu, dari keputusan tersebut, mahasiswa KKN BTV 3 ini menjelaskan bahwa program tersebut akan sangat membantu dalam peningkatan keterampilan, minat dan sikap rasa ingin tahu khususnya dibidang pendidikan sains. Dengan malakukan eksperimen, memberikan pengalaman anak dalam proses pembelajaran terhadap suatu media yang digunakan dengan cara melihat, mendengar, dan mengamati sebab akibat yang ditimbulkan. Selain itu, melalui eksperimen tersebut dapat menjadi terobosan orang tua untuk mengatasi anak yang bosan dan jenuh terhadap pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan PTM terbatas saat ini.

    Ibu Umiyati selaku orang tua sasaran, pada Minggu 29/8, menerangkan bahwa, “Dengan melakukan kegiatan itu dapat memicu ketertarikan anak saya, sehingga sekarang ini dia jarang menggunakan dawai untuk bermain namun digunakan untuk membuka youtube dan mencari eksperimen-eksperimen yang mudah dilakukan.”

    Kegiatan ini dilakukan di minggu kedua KKN dan berbentuk eksperimen pembuatan lampu lava (lampu lava) dengan memanfaatan bahan-bahan yang ada dirumah, seperti gelas atau botol transparan, air, minyak, pewarna makanan, garam atau tablet effervescent (vitamin C di toko-toko obat). Dengan segala kemudahan pelaksanaan, program ini mendapat respon baik dari orang tua.

    Binuril mengungkapkan bahwa “Pelaksanaan program ini,  dikaji berdasarkan tantangan orang tua saat PJJ. Saya berupaya untuk menggabungkan beberapa komponen yaitu produk berupa pengetahuan anak (kognitif), keterampilan (sebagai aspek psikomotorik) dan sikap sains atau ilmiah (sebagai aspek afektif). Selain itu, sasaran juga menyatakan kurang mengerti dalam belajar karena guru hanya menyampaikan informasi melalui Google Classroom dan WA grup”.

    Lalu apa sih lampu lava itu?

    Lampu lava merupakan lampu hias dari campuran lilin dalam suatu bejana. Lampu lava ternyata dapat dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah ditemui loh. Pembuatan lampu ini juga cukup sederhana dengan menyiapakan botol kemudian diberi air sekitar ¼ bagian botol. Selanjutnya beri pewarna pada air tersebut dan aduk. Tuang ¾ minyak pada botol yang telah diberi air dan pewarna. Setelah itu, berikan tablet effervescent atau garam pada botol dan amati perubahan yang terjadi. Oh iya, jangan lupa matikan lampu (ke tempat gelap) dan letakkan botol diatas sumber cahaya seperti flash hp.

    Selama kegiatan berlangsung, tidak lupa, mahasiswa ini menerapkan protokol kesehatan. Ia selalu memakai masker, cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. DPL mahasiswa KKN BTV 3 kelompok 17, Wazirotus Sakinah, S.Pd., M.T. menjelaskan bahwa “Pelaksanaan kkn tidak hanya membantu masyarakat namun juga memberikan edukasi untuk memutus penyebaran Covid 19. Oleh karena itu, disetiap kegiatan apapun biasakan untuk mematuhi protokol kesehatan yang baik dan benar”.

    Binuril selaku mahasiswa KKN BTV 3 juga melakukan kegiatan lain yang berupa pelatihan media pembelajaran, pengenalan aplikasi literasi online seperti ipusnas dan BSE, pelatihan keterampilan, pengenalan dasar-dasar pembuatan power point menggunakan Microsoft office, pemberian edukasi gaya hidup sehat di saat pandemi dan tutorial pembuatan herbal untuk meningkatkan imun.



    [ad_2]

    Sumber Berita

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Translate »