[ad_1] Kita sering banget ngikutin “perang” di media sosial seperti Twitter. Biasanya dua kubu yang sedang berargumen saling melemparkan opini atau pendapat dan penafsiran (interpretasi) terhadap suatu masalah. Sering juga kita mengiyakan atau membenarkan, bahkan kagum, dengan opini yang dibangun oleh salah satu pihak yang sedang berperang tersebut. Sayangnya, banyak opini buruk yang disebabkan oleh tidak relevannya opini tersebut dengan topik yang sedang dibahas. Kalau orang bilang, “Jaka Sembung bawa parang, tolong jangan nyambung.” Banyak pendapat yang gak nyambung dengan masalah yang sedang dibahas. Masalahnya, kita sering enggak sadar kalau opini yang diajukan itu gak nyambung. Agar kita tidak terbawa oleh pendapat tersebut gak nyambung tadi, kita bisa mengujinya dengan melihat apakah opini atau argumen itu masuk dalam kesalahan herring merah. Apa itu kesalahan herring merah? Apa itu kesalahan herring merah? Nama teori ini diambil dari kegemaran para bangsawan Inggris berburu. Dalam berburu, mereka biasanya menggunakan anjing untuk mengendus dan melacak…
INDONESIAN CHANNEL
Singa KPK Dipecat, Mengapa Elite Diam Membisu? – Pilihan Editor
[ad_1] Pimpinan KPK akhirnya memukul gong yang menentukan nasib 56 pegawai lembaga antirasuah ini: mereka dipecat. Singa-singa KPK yang ditakuti koruptor itu tidak lagi boleh bekerja di lembaga tempat mereka mengabdi belasan tahun mulai 30 September 2021 nanti. Dengan nada getir, penyidik senior Novel Baswedan—korban penyiraman air keras hingga rusak penglihatannya, berkata: “Kami berupaya memberantas korupsi, tapi kami diberantas.” (Berita utama Koran Tempo, Kamis 16 September 2021). Mereka ditetapkan selesai bekerja di KPK per 30 September nanti, sehingga Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono—yang juga dipecat—secara satir mengistilahkan tindakan pemberhentian itu sebagai G30STWK. Mereka dipecat karena dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan versi pimpinan KPK. Pemecatan ini menegaskan adanya tahapan yang jelas dari upaya melemahkan pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi siapa yang peduli? Lihatlah sikap para elite-wan dan elite-wati di negeri ini: membalik badan, menutup kuping, memejamkan mata, dan menahan mulut agar tidak bersuara menyaksikan peristiwa ironis tersebut….
Jika Kata Ini Dipisah, Artinya pun Akan Berubah – Analisis
[ad_1] Pernahkah Anda membaca suatu berita, tetapi Anda tidak bisa mendapat poinnya? Atau membaca berita berjudul aneh dan tidak logis? Atau membaca sebuah berita berulang-ulang agar tidak salah paham dengan isi tersebut? Pusing dan bingungnya Anda dalam membaca sebuah berita atau karya jurnalisme bukan karena Anda tidak mampu memahaminya. Hal itu mungkin karena penulis tidak memakai kalimat yang efektif. Memang soal bahasa ini terkesan sepele karena Anda pun sudah mulai belajar hal ini sejak kelas tiga atau mungkin empat SD. Namun, apakah Anda sudah mengimplementasikannya ketika Anda menulis atau membuat sebuah karya jurnalisme? Ada banyak komponen penting dalam kalimat efektif, antara lain penggunaan tanda baca, penulisan kalimat sesuai kaidah, penulisan kalimat yang logis, hemat, dan koheren, serta masih banyak lagi. Tentunya, hal ini tidak bisa dipahami jika Anda hanya mengenalinya saja. Anda harus mempraktikkan dan melatih keterampilan ini. Salah satu dari sekian banyak komponen penting dalam kalimat efektif adalah penggunaan prefiks…
Marah – Analisis – www.indonesiana.id
[ad_1] MARAH Mereka curang Kami diam mereka bohong kami juga diam mereka merampok kami sabar mereka menindas kami tetap sabar Sekarang mereka mau apa lagi…? kami sudah lapar pekerjaan makin sulit penjualan sepi pembeli kebutuhan pokok mahal Tagihan membengkak Mereka bertobat atau kita bangkit melawannya! Hendi Kusuma S Soetomo Jakarta, 15 September 2021 [ad_2] Sumber Berita
Mantra Penguasa – Fiksi – www.indonesiana.id
[ad_1] Mantra Penguasa Bimsalabimmmm… siapkan nasi bungkus Buat lebih banyak janji kuasai media suap kpu kardus digembok lemahkan kpk amandemen uud 45 bimsalabimm… jadi presiden wakil rakyat menteri gubernur walikota bupati bimsalabimmmm…. jadi 3 periode bimsalabimm… pengusaha kaya kantor lelah Masa bodoh orang miskin… Hendi Kusuma Jakarta, 14 September 2021 [ad_2] Sumber Berita
Puisiku – Fiksi – www.indonesiana.id
[ad_1] puisiku Kata itu adalah puisitanpa diksitidak ada ritmetidak diukur Kata itu adalah puisigejolak emosiekspresi empatiluapan afeksi Kata itu adalah puisibisa distorsidapat biassanggup problematis Kata itu adalah puisiarti kebijaksanaannilai bahasaarti gaya Kata itu adalah puisisuara hati menari… Hendi Kusuma SoetomoJakarta, 15 September 2021 [ad_2] Sumber Berita
Budi Pekerti yang Kurindui – Fiksi
[ad_1] Oleh: MNK Al Amin Bersikaplah yang baik.Jangan kau tinggalkan kami.Kau mampu menyatukan beragam perbedaan.Tanpa mencela yang berbeda. Bersikaplah yang baik.Kini kau jauh karena dampak globalisasi?Ataukan “kami” yang sudah tidak mau peduli?Karena hanya mengutamakan ego dalam hati. Bersikaplah yang baik.Kini kau sangat kami rindukan.Tuk membentuk suatu peradaban.Yang selalu mengutamakan kebaikan dan keutamaan.Bukan perbedaan untuk permusuhan. Bersikaplah yang baik.Andai saja semua manusia.Entah itu kantor atau orang-orangnya.Miskin atau kaya.Publik atau ulama.Yang “mau” menginternalisasikan”mu” dalam diri pribadi mereka.Ku yakin, hidup ini akan penuh dengan doa dan kasih sayang. Cinta untuk orang lain.Pada manusia.Alam, hewan dan tumbuhan.Terjadilah siklus keseimbangan dalam kehidupan.Dan damailah hidup untuk menuju Tuhan. #Moderasi beragama itu penting. #saling memahami dan mau mengerti, itu juga penting. #dan merealisasikannya dalam sikap, itu buah manisnya beragama. [ad_2] Sumber Berita
Senja di Taman Baca, Geliat Energi Anak-anak yang Membaca – Humaniora
[ad_1] Banyak orang melewati senja tanpa makna. Saling melihat tapi tak saling terikat. Saling menatap namun tak saling menetap. Senja yang sebatas senja. Senja yang berlalu melepas siang. Lalu memasuki gelapnya malam. Senja orang-orang biasa. Tapi senja jadi begitu berbeda. Saat anak-anak berlarian dari rumah menuju taman bacaan. Senja yang menemani mereka untuk membaca buku. Sekalipun di bawah sengatan matahari. Senja yang sudi berbagi cerita. Tentang anak-anak kampung di kaki Gunung Salak. Selalu membaca ditemani senja. Senja di taman baca. Senja di taman baca. Senja yang dilalui namun selalu membawa anak-anak kembali ke dunianya. Bermain sambil membaca buku. Bercerita tentang isi bacaan. Senja yang menemani para ibu mengantar dan menunggui anak-anaknya di taman baca. Senja dan taman baca, seperti tidak lagi berjarak. Energi giat membaca ada di senja hari. Di taman bacaan masyarakat Lentera Pustaka. Semangat membaca yang tidak pernah pudar. Tiap Rabu, Jumat dan Minggu, 150-an anak-anak berlalu-lalang di sekitar…
Wendy Hartono: Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pembangunan Proyek Geotermal di Gunung Gede-Pangrango – Peristiwa
[ad_1] Jakarta, Indonesiana.id| Ketua Wilayah Serikat Tani Nelayan Provinsi Jawa Barat (PW STN) Wendy Hartono mendesak Pemerintah Pusat untuk mengkaji ulang pembangunan proyek energi panas bumi atau Geothermal dikawasan Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango (TNGGP). Seperti diketahui, kawasan tersebut merupakan kawasan Konservasi, jadi mesti dikaji ulang secara serius karena memiliki dampak negatif sangat besar bagi keseimbangan alam dan kelangsungan hidup masyarakat sekitar kawasan TNGGP yang rata – rata adalah petani penggarap, khususnya di kecamatan Cipanas dan Pacet, Kabupaten Cianjur, ujar Wendy Hartono kepada media ini. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat dampak negatif dari pengeboran atau eksplorasi lingkungan jika proyek tersebut direalisasikan oleh Pemerintah Pusat, bahkan akan menjadi efek domino bagi masyarakat sekitar. Bahkan dapat menyebabkan bencana alam dan alih fungsi lahan, mengingat keberadaan Gunung Gede Pangrango sebagai salah satu hutan penyangga sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat dan Ibukota Jakarta dan memiliki sejarah penting dalam peranan konservasi di Indonesia, yang…
Saat Kawasan Industri Konsisten Bantu Kabupaten Morowali Hadapi Bersama Covid-19 – Peristiwa
[ad_1] Meski tengah fokus membangun klaster baterai EV (kendaraan listrik) dalam rangka mendukung industri baterai Indonesia, PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) tidak melupakan pengabdiannya pada negara yang sedang berperang Covid-19. Setelah penyerahan ratusan ton oksigen, pembagian alat pelindung diri (APD), pendistribusian masker medis, sekaligus mengedukasi pentingnya pemakaian masker kepada masyarakat, kini PT IMIP kembali mendistribusikan bantuan alat kesehatan kepada pemerintah Kabupaten Morowali pada hari Jumat, (17/9) di Bungku. Bantuan alkes yang diberikan berupa alat medis respirasi oksigen yang menjadi kebutuhan vital pasien Covid-19. Alkes yang didistribusikan yakni konsentrat oksigen 5L BF-5A, konsentrat oksigen 10L ND-ZY10QW, aksesoris pelembab pernapasan, Troli HFNC, dan oksimeter pulsa ujung jari. Bantuan alat kesehatan yang diberikan IMIP diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Ashar M. Ma’ruf yang mewakili pemerintah Kabupaten Morowali. Semua bantuan alkes kemudian disimpan di gudang farmasi dan alat kesehatan milik pemerintah yang berlokasi di Bungku. Kadis Kesehatan Pemkab Morowali, Ashar M. Ma’ruf menyatakan…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
