[ad_1] Penandatanganan MOU Bogor, 21 September 2021 Bagus Heriyanto, Pemimpin LSM Lembaga Perlindungan Lingkungan Hidup Bogor (LPLHB), yang juga seorang wartawan senior PWI Bogor, tergerak terjun di bidang pendidikan melihat tingginya anak putus sekolah dan yatim di Kota dan Kabupaten Bogor, Korban Covid-19. Menggandeng PKBM Bakti Nusa, LPLBH yang adalah asosiasi ribuan aktivis lingkungan hidup bergerak di konservasi air dan hutan serta penanggulangan sampah, turut terjun membantu pendidikan di kala pandemi. Kedua lembaga menandatangani nota Kesepahaman kerja-sama. “Masa depan Bangsa ini 10 tahun mendatang, bergantung pada kualitas generasi penerus sekarang, walaupun dengan Pandemi melanda. Apabila tidak ada organisasi yang tergerak membantu pendidikan anak putus sekolah korban Covid 19, bisa terbayang seperti apa masa depan negara ini. Angka pengangguran akan melejit berdampak ke ekonomi dan kalahnya daya saing anak anak kita dengan negara lain dengan adanya Asean Open,” kata Bagus. Sekolah Gratis PKBM Bakti Nusa LSM LPLHB dan PKBM Bakti Nusa bertekad…
INDONESIAN CHANNEL
Jejak Lumpur Sawah dari Kaki Anak Muda Bernama Beri Tohari – Humaniora
[ad_1] Wajah laki-laki muda berkulit putih itu tertunduk lesu. Suaranya terdengar sedikit sendu dan melemah. “Papah meninggal dunia sewaktu saya masih sekolah. Karena papa sudah meninggal, saya memutuskan cukup lulus SMK saja dan bekerja membantu mama,” ujar Beri Tohari, Jumat siang. Keputusan Beri untuk bekerja ternyata di luar dugaan. Termasuk mama serta saudara-saudaranya. Beri memilih menjadi petani di kampung halamannya, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat. Bukan keputusan yang mudah bagi Beri menentukan pilihan pekerjaan menjadi petani. Apalagi untuk anak muda seusianya. Beri baru berusia 33 tahun. “Jadi petani tidaklah gampang. Apalagi untuk anak-anak muda. Banyak yang memandang remeh, sampai disepelekan. Jadi petani bagi anak muda itu bukanlah pekerjaan yang diinginkan,” ucap Beri. Ikhtiar Beri menjadi petani adalah garis perjalanan berliku. Ia harus siap menjauh dari dunia ‘gaulnya’ anak muda. Berganti baju yang kotor dan kaki berlumur lumpur sawah. Nelangsanya, Beri justru kerap diledek rekan-rekan anak muda di kampungnya. Ada…
Cara Belajar Bahasa Korea Secara Otodidak dengan 21 Aplikasi Gratis
[ad_1] 1. Learn Korean Basic Words Free Learn Korean Basic Words Free | apkpure.com Jika ingin belajar Bahasa Korea dasar, mungkin aplikasi Learn Korean Basic Words Free bisa dipilih. Selain mudah diikuti, ukuran dari aplikasi tersebut hanya 13 MB. Nggak akan mengganggu kinerja ponsel, deh. Walau ukurannya tergolong kecil, materi yang disediakan terbilang komplit. Setidaknya kamu bisa belajar lebih dari 1.000 kata dalam Bahasa Korea. Bisa melalui tulisan, suara, pengucapan, dan lain sebagainya. Download aplikasi Learn Korean Basic Words Free 2. Bravo Language Bravo Language | www.linguajunkie.com Aplikasi ini memiliki berbagai fitur menarik. Seperti pencarian kosakata secara instan sampai ukuran hangul Korea yang dapat diubah. Tersedia pula fitur perekaman dan pemutaran ulang untuk bantu kamu mengevaluasi kemampuan berbahasa Korea. Download aplikasi Bravo language 3. Rosetta Stone Rosetta Stone | apkpure.com Rosetta Stone adalah aplikasi yang dibantu para pengajar dari seluruh penjuru dunia yang berpengalaman puluhan tahun belajar dan mengajar Bahasa Korea. Apps ini…
Tahap I Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Kaki Gunung Targetkan 3.000 Warga Gunung Gede Pangrango – Peristiwa
[ad_1] Indonesiana.id, Jakarta – Kunci terbentuknya kekebalan kawanan adalah sebanyak mungkin orang tervaksinasi Covid-19. Berangkat dari hal itu, sejumlah pihak lintas kementerian dan lembaga berkolaborasi untuk menggelar program Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung. Mereka yang terlibat terdiri dari TNI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta komunitas Mandalawangi Bergerak. Pada tahap awal, program vaksinasi akan digelar di tiga lokasi di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat. “Program vaksinasi ini merupakan bentuk komitmen sekaligus kontribusi kami sebagai pecinta alam dan pendaki gunung dalam menyikapi pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di kawasan kaki gunung,” kata Penasihat Mandalawangi Bergerak Erry Riyana Hardjapamekas, Senin (16/8/2021). Ia menjelaskan program vaksinasi Covid-19 itu dimulai pada akhir Agustus hingga September 2021. Proyek pilot ini ditargetkan bisa menggapai 3.000 warga di kaki Gunung Gede Pangrango. Dengan target tersebut, ia berharap masyarakat setempat bisa mencapai kekebalan kelompok. “Dengan tercapainya herd immunity di kawasan kaki gunung ini, diharapkan…
Dukung Gerakan Literasi, Kaum Profesional Asuransi Jiwa Donasi ke Taman Bacaan Lentera Pustaka – Peristiwa
[ad_1] Bertajuk “Peduli Sosial dan Motivasi untuk Anak Taman Bacaan”, Komunitas Profesional Asuransi Jiwa hari ini menggelar bakti sosial di TBM Lentera Pustaka kaki Gunung Salak Bogor (21/09/2021). Komunitas profesional terdiri dari Penny Djatnika, Anny, Ina, Shinta, dan Mizardi berkunjung ke taman bacaan dan menyumbangkan 1) tas sekolah anak, 2) permainan anak, 3) buku dan alat, dan 4) donasi buku bacaan, di samping memberikan makan siang kepada 30 anak pembaca aktif. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai kepedulian terhadap anak-anak taman bacaan. Karena hari ini sudah jarang anak yang mau membaca buku. Kami senang dapat berkunjung dan membantu TBM Lentera Pustaka. Di samping jadi bagian tanggung jawab sosial kami sebagai profesional. Semoga tas, buku dan permainan anak ini berguna untuk anak-anak di sini” ujar Penny Djatnika didampingi Anny dan Mizardi saat menyapa anak-anak di taman bacaan siang ini. Dalam diskusinya, Komunitas Profesional Asuransi Jiwa yang datang dari Jakarta ini bertekad untuk mendukung…
Keuntungan Jika Kawasan Industri Didominasi Tenaga Kerja Lokal – Analisis
[ad_1] Indonesia semakin gencar mengerjakan proyek-proyek yang masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk salah satunya ialah pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. Dalam tahap pembangunannya, Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku menjadikan kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) sebagai tolok ukur, baik dari segi kisaran UMK hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Industri masih memiliki stigma negatif terkait pekerja dan dibumbui dengan desas-desus bahwa pekerja asinglah yang masih merajai di kuota pekerja industri di Tanah Air. Padahal, hal seperti itu bukanlah fakta sebenarnya yang ada di lapangan. Indonesia dan daerah-daerah industri mempunyai kebijakan tentang serapan pekerja yakini 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga kerja asing. Diketahui bahwa nantinya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan diperkirakan sebanyak 50.000 orang, di antaranya terdiri dari 45.000 tenaga lokal dan 5.000 lainnya tenaga kerja asing. Sementara untuk UMK atau upah minimum kabupaten,…
Tim UI Bantu Puskesmas Tanara Kendalikan Kemunculan PTM Melalui Pos Binaan Terpadu – Analisis
[ad_1] Pelaksanaan pos binaan terpadu (posbindu) di Kecamatan Tanara dibantu oleh kader-kader kesehatan. (Sumber gambar: Dok Tim Universitas Indonesia) “Hampir separuh jumlah kasus penyebab kematian ibu di Kecamatan Tanara terjadi karena hipertensi ibu hamil sehingga penting melaksanakan pemantauan dan pencegahan yang optimal melalui kegiatan posbindu,” ujar dr. Siti Kuriah, Kepala Puskesmas Tanara, pada sambutan pelatihan kader posbindu (pos pembangunan terpadu) yang dilaksanakan pada awal September 2021. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan membangun komitmen bersama melawan penyakit tidak menular (PTM) yang sempat turun prioritasnya selama pandemi Covid-19. Didukung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui Program Pengabdian Pengendalian Penyakit Tidak Menular FK UI, implementasi kegiatan luar gedung selama pandemi di Puskesmas Tanara, Kabupaten Serang, Banten mulai bergeliat. Preeklamsia Preeklamsia atau hipertensi pada ibu hamil adalah salah satu penyakit tidak menular yang memicu banyak kematian ibu di Indonesia. Selain menyumbang angka kematian ibu, PTM juga penyebab kematian tertinggi global sebelum pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia…
Hak Orang Lain, Mengapa Diambil dan Ditahan? – Analisis
[ad_1] Sikap dan perbuatan manusia yang jahat di dunia, di antaranya adalah suka mengambil dan menahan hak orang lain. Bicara tentang mengambil dan menahan hak orang lain, tentu dalam berbagai agama telah jelas ajaran dan hukumannya, terutama bagi si pelaku manusia yang gemar mengambil dan menahan hak orang lain saat nanti kembali di alamNya. Begitupun dalam hukum yang dibuat manusia di dunia, mengambil dan menahan hak orang lain, juga sudah dibikin aturan dan hukumannya. Sehingga bagi para manusia yang gemar atau hobinya mengambil dan menahan hak orang lain, bila ketahuan dan terbukti, maka akan mendapat hukuman di dunia, pun nanti akan ada timbangan di akhirat. Bila sikap dan perbuatan mengambil dan menahan hak orang lain semasa di dunia tak lolos dari hukum manusia, maka dia dipastikan tak akan pernah lolos dari hukumNya. Dalam artikel ini, saya tidak akan membahas tentang perbuatan manusia yang hobi atau pekerjaannya mengambil dan menahan hak orang…
Mari Bertanya, Dari Mana Uang Sekolah dan Jajan Anak-anak Yatim Itu? – Humaniora
[ad_1] Jangan lupa anak yatim, apalagi yatim piatu. Anak-anak yang telah ditinggal pergi sosok ayahnya. Bukan hanya kehilangan figur sentral. Tapi anak-anak yatim pun sulit bertahan hidup akibat ketidak-adaan ekonomi. Untuk makan sehari-hari, untuk membeli buku, atau untuk jajan di sekolah. Dari mana uang anak-anak yatim? Anak-anak yatim ada di dekat kita. Bahkan anak-anak yatim pun terus bertambah akibat pandemi Covid-19. Saat sang ayah meninggal dunia terpapar virus yang mematikan. Anak-anak yang tidak pernah berpikir “ditinggal” sang ayah. Kini, termenung sendiri di pojok rumah. Menenteskan air mata di atas meja makan. Atau memeluk sang ibu, meratapi hidup di hari-hari esok. Maka jangan lupa anak yatim. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….” (Q.S.2:220). Selain menjalankan aktivitas taman bacaan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM)…
Direktorat PMPK Kemdikbud RI Dukung Taman Bacaan Berantas Buta Aksara via Kampung Literasi – Humaniora
[ad_1] Tidak ada satupun manusia yang ingin terlahir dalam keadaan buta aksara. Tidak bisa membaca dan menulis. Maka tekad memberantas buta aksara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi kontribusi masyarakat pun diperlukan. Agar kaum buta aksara yang masih tersisa, sebesar 1,78% dari jumlah penduduk Indonesia dapat dituntaskan. Atas dasar itu, program Kampung Literasi Sukaluyu tahun 2021 yang dijalankan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung salak Bogor bertekad untuk menuntaskan berantas buta aksara di kalangan ibu-ibu. Hal ini ditegaskan Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka saat sosialisasi relawan peningkatan literasi baca-tulis GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) di Bogor (20/09/2021). Melalui program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM ini dicanangkan ketuntasan melek huruf untuk satu tahun ke depan, di samping program pemberdayaan ekonomi di kalangan kaum ibu. Dalam kesempatan ini, TBM Lentera Pustaka pun memperkenalkan tiga relawan baru yang akan mengajar kaum buta aksara. Patut…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
