Compliment OR Complaint

Foto: ilustrasi dari compliments or complaints

Oleh: Georgie Kumaat

 

INDONESIANTALK.COM – Kata-kata yang sia-sia dan tidak punya karakter pasti akan mati dan suatu ketika akan hilang ditiup angin.

Kata-kata jahat, ujaran kebencian akan tertanam di hati untuk sementara waktu, membuat gejolak, dan kemudian mati, hilang ditelan zaman.

Tetapi kata-kata penuh harapan, kata-kata bijak / pujian (COMPLIMENTS) yang baik hati akan masuk ke dalam sanubari setiap manusia dan akan menghasilkan buah-buah kebaikan selamanya.

Dibawah ini adalah autobiografi Booker T. Washington yang menceritakan bagaimana dorongan semangat dari General Samuel C. Amstrong menyelamatkan dirinya di masa mendatang.

Booker T. Washington dikenal sebagai seorang pendidik berkulit hitam yang sangat terkenal Amerika, bahkan hingga saat ini jasanya masih dikenang, ia adalah seorang penasehat president Amerika dan merupakan seorang orator yang sangat piawai.

Semua itu bisa dimungkinkan Karena dia bertemu dengan guru hidupnya General Amstrong.

Booker T. Washington sesungguhnya dilahirkan sebagai warga kulit hitam kelas paling bawah dan ia adalah seorang budak yang seringkali mengalami pelecehan dan diskriminasi karena warna kulitnya dan statusnya.

Kisah hidupnya membawanya suatu ketika untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Viola Ruffner.

Mrs. Ruffner ini sesungguhnya terkenal dengan kekerasannya pada pembantu-pembantunya. Namun Karena ia melihat bagaimana kedewasaan Booker serta intelegensi serta integritasnya. Mrs. Ruffner pun memberikan kesempatan pada Booker untuk sekolah.

Disekolah itulah ia bertemu dengan General Amstrong yang selalu memberikan kata-kata pujian dan itu adalah pertama kalinya ia mendapat pujian tersebut dan ia merasa begitu Bahagia.

Hal ini terus membangkitkan semangatnya untuk terus berkarya hingga akhirnya, singkat cerita ia pun berhasil menjadi orang ternama.

Kisah diatas ini memberikan gambaran bahwa kata-kata pujian begitu pentingnya dalam membangun mentalitas dan karakter manusia.

Mari hentikan ujaran-ujaran kebencian serta keluhan-keluhan negatif yang membuat hubungan pertemanan bahkan persaudaraan menjadi renggang dan mulailah serta jaga hubungan dengan ucapan-ucapan yang membangun.

Sebuah studi oleh Prof. Frederick Herzberg di th. 1959 di Amerika pada karyawan perusahaan mengungkapkan bahwa pujian (Compliment) seorang atasan pada bawahannya dapat membangun diri para karyawan tersebut.

Pujian ini dapat membangun motivasi diri karyawan (faktor motivasi) dengan biaya yang jauh lebih murah dari pada menaikkan faktor higienis (penghasilan) karyawan. Juga dampaknya jauh-jauh lebih tinggi dalam membuat para karyawan betah tinggal di perusahaan serta berkontribusi lebih baik bagi perusahaan.

Di dalam hidup ini pasang surut datang silih berganti. Pasti saja ada hal positif dan negatif yang terjadi.

Selanjutnya semua itu adalah tergantung keputusan kita. Apakah kita akan akan mengapresiasi hal-hal yang positif tersebut dengan memberikan pujian (Compliments). Ataukah kita akan terus memandang sisi yang negatifnya terus dan oleh karenanya kita terus mengeluh (Complaints)?

Mari… mulailah memberikan compliments… bukan complaints…

Compliments words. Photo: Pexels.
Compliments words: Photo: Pexels

“Your complaints, your drama, your victim mentality, your whining, your blaming, and all of your excuses have NEVER gotten you even a single step closer to your goals or dreams. Let go of your nonsense. Let go of the delusion that you DESERVE better and go EARN it! Today is a new day!”
― Steve Maraboli

“Complaints bring misery; compliments brings strength. “ – Harbhajan Singh Yogi

Have a GREAT Day! GC

 

Mengucap Syukur Senantiasa. Photo: Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »