8 Pengetahuan Ketika Anak Tersesat yang Wajib Diajarkan Orang Tua – HEALTHNEWS MAGAZINE

[ad_1]

Usia anak yang sangat aktif membuat mereka mudah lepas dari pengawasan. Citra anak yang polos dan masih terlalu percaya membuat mereka rentan menjadi korban penculikan. Karena itulah, orang tua dan orang dewasa di sekitarnya harus mengajarkan pengetahuan ketika anak tersesat di keramaian.

Ketika berbelanja, ada kalanya anak tersasar karena ingin mencari tahu lingkungan baru. Sah saja, namun bukan berarti orang tua bisa abai. Kami akan membahasnya dalam artikel kali ini.

Pengetahuan Ketika Anak Tersesat di Keramaian

1. Orang Asing Tidak Semuanya Baik

Di usia mereka yang sangat aktif, penting untuk ditekankan pentingnya mengajarkan anak tentang bahaya orang asing. Pengetahuan saat anak tersesat sangat penting dan dapat ditanamkan dalam berbagai cara seperti memberikan pemahaman terhadap orang asing.

Jelaskan ke si kecil bahwa tidak semua orang asing yang ditemuinya adalah orang baik. Tekankan agar anak tidak sembarangan menerima makanan atau minuman dari orang yang baru dikenalnya.

2. Ajarkan Anak Mengetahui Nama Orang Tua

Jika seorang anak tersesat, mereka harus memiliki pengetahuan untuk menemukan jalan pulang. Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah dengan mengingat nama lengkap orang tuaa.

Ini akan memudahkan mereka untuk mendekati petugas penegak hukum dan memberi tahu mereka siapa orang tua mereka. Seiring berjalannya waktu, Anda juga bisa mengajari anak alamat rumah dan nomor ponsel orang tua.

Jika anak masih terlalu kecil, orang tua bisa menempelkan kartu informasi di tas yang melekat pada anak. Berikan arahan pada siapa informasi ini boleh diberikan.

3. Masukkan Tips Keselamatan ke Dalam Aktivitas Sehari-hari

Penting bagi orang tua untuk membekali anaknya dengan ilmu pengetahuan saat anak tersesat. Memasukkan tip keselamatan ke dalam aktivitas sehari-hari dapat membantu memastikan bahwa anak-anak siap dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika mereka berada di tempat yang asing.

Contoh tips aman yang bisa dimasukkan dalam aktivitas sehari-hari adalah mengajari anak nama orang tuanya dan drimana asal anak.

4. Skenario Bermain Peran

Sebagai pengasuh dan orang tua, penting untuk memberi anak-anak kita pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri ketika situasi tidak aman muncul.

Skenario permainan peran dapat membantu anak lebih memahami cara menangani situasi yang tidak aman, sehingga penting untuk membuat simulasi dan mendiskusikan langkah-langkah yang harus diambil. 

5. Anjurkan Anak untuk Melaporkan Hal yang Mencurigakan

Memberi anak pengetahuan untuk memahami orang asing dan apa yang harus dilakukan saat mereka tersesat adalah keterampilan penting yang harus dimiliki.

Selain itu, anak-anak harus diinstruksikan untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau orang yang mereka lihat. Beritahu anak agar menceritakan hanya ke Petugas berwenang, biasanya orang yang memakai seragam tertentu.

6. Manfaatkan Gelang Pelacak atau GPS

Jika seorang anak tersesat, orang tua harus memanfaatkan gelang pelacak Bluetooth atau gelang GPS untuk membantu menemukannya.

Perangkat ini membantu menjaga keamanan anak dengan memungkinkan orang tua melacak lokasi mereka. Teknologi ini bisa sangat berguna bagi anak-anak yang mungkin tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang orang asing atau nama orang tua mereka.

Itu juga dapat membantu mengajari mereka keselamatan dalam kehidupan sehari-hari, karena mereka dapat disadarkan akan bahaya berkeliaran.

7. Dorong Anak Tidak Apatis dengan Lingkungan

Mengajari anak untuk memperhatikan lingkungannya dan mengenali potensi bahaya adalah praktik yang sangat berharga untuk keselamatan anak.

Untuk anak yang sudah agak besar, pastikan ia tidak terlalu sibuk dengan handphone atau game ketika sedang ada di tempat umum. Gawai kerap membuat anak asyik dengan dunianya sendiri dan rentan menjadi sasaran empuk kejahatan.

8. Kursus Bela Diri

Tingkat kejahatan membuat tidak hanya orang dewasa saja, pun anak kecil sebaiknya diajarkan agar waspada sejak usia belia. Salah satunya dengan mendaftarkan les bela diri.

Sudah banyak kelas martial arts yang diperuntukkan bagi anak. Selain meningkatkan kepercayaan diri, bela diri akan melindungi anak dari kejahatan di luar sana.

Demiian kiat dan pengetahuan ketika anak tersesat, anak diharapkan akan lebih mawas diri dan tidak begitu saja memercayai orang asing. Semoga bermanfaat!

Baca Juga:

8 Kiat Mengenalkan Kesadaran Diri Anak Usia Dini, Dukungan Jadi Kunci

Anak Takut Keramas dan Malas Mandi? Coba 6 Tips Ini Parents

id.theasianparent.com/aa000527-mitos-ular-kawat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »