[ad_1] Buat Dodo Karundeng dan Gandung Bondowoso, dua rekan yang memungkinkan saya mendapat buku 50 Tahun Teater Mandiri, Tontonan Teror Mental, sebagai bahan utama catatan pendek ini. Putu Wijaya –setidaknya bagi saya—bukan hanya “teroris mental”, tetapi juga teroris norma-norma pada umumnya, termasuk normal moral. Dalam banyak karya-karyanya, Putu Wijaya seperti menggugat aneka norma yang sudah biasa kita yakini, kita jalani, dalam kehidupan sehari-hari. Teror itu itu disampaikan melalui dialog-dialog yang cerdas dari para tokohnya yang bisa membuat pembaca bimbang terhadap norma-norma yang sudah menjadi bagian dari keyakinan diri. Maka membaca tiap karya-karya Putu (cerpen, monolog, atau novel) sebaiknya sampai selesai. Jika berhenti di tengah jalan bisa berbahaya. Sebagai orang biasa, dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal beberapa norma. Ada norma sopan santun, norma hukum, dan norma moral. Ketiganya disebut sebagai norma umum. Selain itu ada juga norma khusus yang hanya berlaku pada bidang atau momentum tertentu. Norma sebagai …
Teroris
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
