[ad_1] Entah kenapa para pejabat perguruan tinggi gemar memberikan gelar doktor kehormatan kepada pejabat publik dan politisi. Apakah ada kepentingan pribadi para pejabat kampus agar memperoleh perhatian khusus dari pejabat yang sedang berkuasa? Misalnya, agar direkrut menjadi pejabat publik dengan lingkup tanggung jawab yang lebih luas bukan hanya di kampus, atau menjadi staf ahli kementerian? Ataukah pejabat kampus berharap bahwa pemberian gelar doktor kehormatan itu akan dibarter dengan, misalnya, bantuan keuangan untuk kampus mereka? Bahwa ada pengusaha yang memberi kontribusi pembangunan ruang kuliah atau labratorium, itu wajar saja. Tapi, terasa berlebihan apabila kontribusi semacam itu ditukar dengan gelar doktor kehormatan dengan pertimbangan yang mengada-ada pula. Di sisi sebelahnya, para pejabat dan politisi juga terlihat seperti orang yang sangat ngebet diberikan gelar akademik: dokter kehormatan, bahkan profesor kehormatan – posisi yang tidak biasa. Seolah-olah pejabat publik terlihat rendah diri ketika tidak ada gelar akademik yang tertulis di depan dan di belakang namanya….
Kampanyekan Hidup Sehat Saat Pandemi, Angkatan 89 SMAN 30 Jakarta Gelar Gowes dan Jalan Kaki Bareng – Peristiwa
[ad_1] Bertajuk “Almagaluh 89 Gowes dan Jalan Kaki Bareng”, Alumni SMAN 30 Jakarta Angkatan 89 hari menggelar aktivitas olahraga bersama dengan menerapkan protokol kesehatan di Pulomas Jakarta. Dihadiri 50-an alumni, acara ini digelar sebagai kampanye pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Di samping tetap memelihara kesehatan mental masyarakat. Dengan mengambil rute Pulomas – Bypass A. Yani – Jl. Pemuda – Veledrom Rawamangun, aksi gowes dan jalan kaki berlangsung tertib dan menyegarkan. Selaiun untuk silaturahim, kegiatan alumni SMAN 30 Angkatan 89 (Almagaluh-89) ini sekaligus untuk memperkokoh sinergi di antara alumni dalam kegiatan yang positif. Atas dasar KITA, bukan AKU. Karena sejatinya, kiprah alumni pun dapat meningkatkan reputasi sekolah di mata masyarakat. Bukankah semua sekolah yang “berkualitas” selalu ditopang oleh alumni yang kegiatan positif. “Mengubah misi jadi eksekusi. Inilah spirit yang kami pelihara sesame alumni SMAN 30 Jakarta Angakatan 1989. Selain menjaga persahabatan semasa sekolah, kegiatan gowe dna jalan kaki bersama ini…
