INDONESIAN CHANNEL  

[ad_1] Entah kenapa para pejabat perguruan tinggi gemar memberikan gelar doktor kehormatan kepada pejabat publik dan politisi. Apakah ada kepentingan pribadi para pejabat kampus agar memperoleh perhatian khusus dari pejabat yang sedang berkuasa? Misalnya, agar direkrut menjadi pejabat publik dengan lingkup tanggung jawab yang lebih luas bukan hanya di kampus, atau menjadi staf ahli kementerian? Ataukah pejabat kampus berharap bahwa pemberian gelar doktor kehormatan itu akan dibarter dengan, misalnya, bantuan keuangan untuk kampus mereka? Bahwa ada pengusaha yang memberi kontribusi pembangunan ruang kuliah atau labratorium, itu wajar saja. Tapi, terasa berlebihan apabila kontribusi semacam itu ditukar dengan gelar doktor kehormatan dengan pertimbangan yang mengada-ada pula. Di sisi sebelahnya, para pejabat dan politisi juga terlihat seperti orang yang sangat ngebet diberikan gelar akademik: dokter kehormatan, bahkan profesor kehormatan – posisi yang tidak biasa. Seolah-olah pejabat publik terlihat rendah diri ketika tidak ada gelar akademik yang tertulis di depan dan di belakang namanya….

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.