Judul tulisan ini memang mirip judul makalah serius untuk ujian akhir atau presentasi di penataran. Mungkin ada yang bertanya-tanya: apa hubungan nilai-nilai Pancasila dengan usaha pertambangan? Jauh amat?! Judul seperti makalah ini muncul karena dipantik oleh berita utama Koran Tempo edisi Selasa, 21 September 2021, ‘Tambang Ilegal di Sana-Sini’. Dari berita tajuk utama itu, yang terbayang adalah kegembiraan sebagian orang karena sukses mengeksploitasi lahan-lahan yang luas, mengirim batubara dengan puluhan truk dan rangkaian kereta ke kapal-kapal angkut, hingga rasa girang melihat cuan yang berderet-deret antri memasuki rekening. Terbayanglah pertanyaan: bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila ke dalam usaha pertambangan untuk meraih kesuksesan seperti itu? Apakah kegembiraan dan kegirangan serta kesejahteraan itu ikut dinikmati rakyat banyak sebagai manifestasi nilai-nilai kelima sila itu? Topik ini lebih membingungkan daripada, misalnya, memberi hormat pada bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan — yang pasti akan dilakukan oleh semua warga negara tanpa pertanyaan lebih lanjut. Pertanyaannya pasti berkembang, misalnya bagaimana…
Analisis
Tips Keamanan di Dapur – Analisis
[ad_1] Dapur merupakan ruang yang hampir setiap hari kita gunakan. Dari kegiatan memasak maupun hanya sekedar memanaskan makanan. Pada dapur juga terdapat banyak hal yang membahayakan serta mengancam keselamatan kita. Hal-hal tersebut seperti peralatan listrik, pisau tajam, kompor gas, api, serta masih banyak lagi. Dengan seringnya kita menggunakan dapur, semakin besar pula resiko kita untuk terluka dan cidera. Maka memerlukan kehati-hatian serta penerapan system keamanan yang baik agar kita dapat meminimalisir resiko tersebut. Jaga Keamanan Kompor Selalu pastikan knop kompor selalu dalam keadaan mati saat tidak digunakan. Supaya gas tidak bocor dan berpotensi membahayakan saat menggunakannya. Jangan meletakkan barang maupun bahan yang mudah terbakar di dekat kompor. Jika terjadi kebakaran gunakan kain basah untuk memadamkan api. Hati-hati Saat Menggunakan Pisau Jangan ber-multitasking saat menggunakan pisau, pastikan fokus dengan yang anda kerjakan saat menggunakan pisau. Misal anda sedang sambil menonton resep di Youtube, pastikan anda pause video tersebut lalu melakukan stepnya. Jangan…
Keuntungan Jika Kawasan Industri Didominasi Tenaga Kerja Lokal – Analisis
[ad_1] Indonesia semakin gencar mengerjakan proyek-proyek yang masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk salah satunya ialah pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. Dalam tahap pembangunannya, Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku menjadikan kawasan industri IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) sebagai tolok ukur, baik dari segi kisaran UMK hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Industri masih memiliki stigma negatif terkait pekerja dan dibumbui dengan desas-desus bahwa pekerja asinglah yang masih merajai di kuota pekerja industri di Tanah Air. Padahal, hal seperti itu bukanlah fakta sebenarnya yang ada di lapangan. Indonesia dan daerah-daerah industri mempunyai kebijakan tentang serapan pekerja yakini 80 persen tenaga kerja lokal dan 20 persen tenaga kerja asing. Diketahui bahwa nantinya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan diperkirakan sebanyak 50.000 orang, di antaranya terdiri dari 45.000 tenaga lokal dan 5.000 lainnya tenaga kerja asing. Sementara untuk UMK atau upah minimum kabupaten,…
Tim UI Bantu Puskesmas Tanara Kendalikan Kemunculan PTM Melalui Pos Binaan Terpadu – Analisis
[ad_1] Pelaksanaan pos binaan terpadu (posbindu) di Kecamatan Tanara dibantu oleh kader-kader kesehatan. (Sumber gambar: Dok Tim Universitas Indonesia) “Hampir separuh jumlah kasus penyebab kematian ibu di Kecamatan Tanara terjadi karena hipertensi ibu hamil sehingga penting melaksanakan pemantauan dan pencegahan yang optimal melalui kegiatan posbindu,” ujar dr. Siti Kuriah, Kepala Puskesmas Tanara, pada sambutan pelatihan kader posbindu (pos pembangunan terpadu) yang dilaksanakan pada awal September 2021. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan membangun komitmen bersama melawan penyakit tidak menular (PTM) yang sempat turun prioritasnya selama pandemi Covid-19. Didukung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui Program Pengabdian Pengendalian Penyakit Tidak Menular FK UI, implementasi kegiatan luar gedung selama pandemi di Puskesmas Tanara, Kabupaten Serang, Banten mulai bergeliat. Preeklamsia Preeklamsia atau hipertensi pada ibu hamil adalah salah satu penyakit tidak menular yang memicu banyak kematian ibu di Indonesia. Selain menyumbang angka kematian ibu, PTM juga penyebab kematian tertinggi global sebelum pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia…
Hak Orang Lain, Mengapa Diambil dan Ditahan? – Analisis
[ad_1] Sikap dan perbuatan manusia yang jahat di dunia, di antaranya adalah suka mengambil dan menahan hak orang lain. Bicara tentang mengambil dan menahan hak orang lain, tentu dalam berbagai agama telah jelas ajaran dan hukumannya, terutama bagi si pelaku manusia yang gemar mengambil dan menahan hak orang lain saat nanti kembali di alamNya. Begitupun dalam hukum yang dibuat manusia di dunia, mengambil dan menahan hak orang lain, juga sudah dibikin aturan dan hukumannya. Sehingga bagi para manusia yang gemar atau hobinya mengambil dan menahan hak orang lain, bila ketahuan dan terbukti, maka akan mendapat hukuman di dunia, pun nanti akan ada timbangan di akhirat. Bila sikap dan perbuatan mengambil dan menahan hak orang lain semasa di dunia tak lolos dari hukum manusia, maka dia dipastikan tak akan pernah lolos dari hukumNya. Dalam artikel ini, saya tidak akan membahas tentang perbuatan manusia yang hobi atau pekerjaannya mengambil dan menahan hak orang…
Informasi dan Pikiran – Analisis
[ad_1] Dewasa ini dengan hadirnya teknologi menyebabkan dunia informasi dipenuhi kebohongan massal termasuk hoax yang sering hadir ditengah kita. Hoax merupakan informasi atau berita yang berisi hal-hal yang belum pasti atau sesunguhnya bukan sebuah fakta. Kini informasi atau berita yang dianggap benar tidak mudah ditemukan. Survey Mastel (2017) mengungkapkan bahwa dari 1.146 responden, 44,3% diantaranya menerima berita hoax setiap hari dan 17,2% menerima lebih dari satu kali dalam sehari. Bahkan media arus utama yang diandalkan sebagai media yang dapat dipercaya terkadang ikut terkontaminasi penyebaran hoax masing-masing sebesar 1,20% (radio), 5% (media cetak) dan 8,70% (televisi). Selain itu hoax banyak beredar di masyarakat melalui media online. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mastel (2017) menyebutkan bahwa saluran yang banyak digunakan dalam penyebaran hoax adalah situs web, sebesar 34,90%, aplikasi chatting (Whatsapp, Line, Telegram) sebesar 62,80%, dan melalui media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dan Path) yang merupakan media terbanyak digunakan yaitu mencapai 92,40%. Sementara…
Tidakkah Indonesia Terlalu Terburu-buru dengan Kebijakan Ekspor Ini? – Analisis
[ad_1] Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam termasuk nikel, sedang bersiap menjadi rantai pasokan global kebutuhan kendaraan listrik (Kendaraan listrik) dunia. Namun, untuk mencapai posisi tersebut diperlukan bantuan terutama pengetahuan mengolah nikel menjadi barang setengah jadi bahkan ke barang jadi yang sempurna. Di sinilah peran investor dibutuhakn. Misalnya saja, kabar bahwa Tesla akan berinvestasi mengenai pembuatan mobil listrik di Indonesia sudah berhembus sejak awal tahun. Namun tidak hanya Tesla yang mengincar ‘harta karun’ RI sebagai bahan baku baterai EV, banyak negara-negara lain yang tertarik untuk mengembangkan industri baterai listrik di Tanah Air. Mengapa para investor ini tertarik? Karena Indonesia dikatakan hanya perlu 5 tahun untuk mencapai mata rantai industri baterai lithium, sedangkan negara seperti Tiongkok memelrukan waktu hingga 20 tahun. Hal ini diungkap salah satu investor kawasan industri IMIP kala berbincang dengan 3 Menteri RI mengenai masa depan mobil listrik Indonesia, Juli silam. Namun, ketika Indonesia sudah mulai menjajaki kesempatan…
Gejala Apatisme Intelektual, Apa Kabar Para Cendekiawan? (Bagian 2) – Analisis
[ad_1] I.2 Tujuan Penulisan Ada 2 tujuan penulis memposting artikel bersambung ini (direncanakan lebih dari 30 judul artikel), yakni: a. Meluruskan peran kaum intelektual bangsa dalam menunaikan tugas keintelektualitasannya agar kembali pada kodrat sejatinya dalam mewujudkan cita-cita proklamasi. Kehendak ini sesuai dengan titah sejarah peradaban. Yakni, bertanggung jawab menangani segala isu keintelektualitasan peradaban/bangsa, baik berkenaan dengan isu fundamental maupun isu teknikal. Menurut penulis, kesan segregasi tanggung jawab kedua isu intelektualitas itu semakin nyata dan tajam belakangan ini, seolah-olah kaum intelektual hanya boleh bicara soal isu teknikal saja. Sedangkan isu fundamental merupakan kewenangan pemerintah atau politisi. Kesan itu terlihat pada rangkaian program perayaan 100 tahun Perguruan Tinggi Teknik Indonesia oleh ITB, subjek artikel LIPI maupun kerangka berpikir penyusunan Visi Indonesia 2045 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Ketiga lembaga itu di-back-up oleh unsur-unsur profesional/intelektual dengan kualifikasi dan atribut akademis tertinggi di tanah air. Apakah memang logika berpikir seperti inikah yang ingin dibangun pihak-pihak…
Mengingat Kembali Kasus Sarang Burung Walet di Bengkulu – Analisis
[ad_1] Kasus penganiayaan Muhammad Kece yang diduga dilakukan oleh terpidana kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte membuka luka lama tentang kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Novel Baswedan ketika menjabat sebagai Kasat Reskrim Polda Bengkulu pada tahun 2004 silam. Kasus ini bermula dari penangkapan enam pencuri sarang burung wallet di Kota Bengkulu, kemudian Novel Baswedan yang baru saja menjabat sebagai kasat reskrim pada saat itu, membawa keenam terduga pencuri ini ke suatu tempat untuk mengembangkan kasus. Tempat itulah adalah Pantai Panjang yang berada di tepi Laut Lepas. Novel menembak kaki Irwansyah Siregar dan Nuryadi. Sementara, empat pelaku lain diurus oleh anak-anak buahnya. Nahasnya, salah satu korban yang bernama Mulyan Johani meninggal dunia saat hendak perjalanan ke RSUD Bengkulu. Meskipun begitu, kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dan Novel hanya dikenakan sanksi administratif berupa teguran keras dan pembinaan. Haris Azhar, sebagai pengacara Novel menegaskan Novel tidak terlibat dari kasus ini. “Dari temuan kami,…
Belajar dari Drucker: Pemimpin Tidak Patut Berdalih – Analisis
[ad_1] Seseorang yang sudah menempati posisi teratas dalam organisasi apakah tidak perlu membaca lagi ide-ide, gagasan, pikiran, pandangan, serta contoh-contoh kepemimpinan? Jika orang tersebut mengatakan tidak perlu, maka ia tidak layak untuk terus duduk di kursi kepemimpinan itu. Sebab, jika ia merasa sudah piawai tentang seluk beluk kepemimpinan hanya karena sudah mencapai puncak organisasi, ia akan mudah terlena dan lupa untuk apa ia menjadi pemimpin. Banyak CEO perusahaan, organisasi nirlaba, maupun kepala pemerintahan yang tetap belajar ihwal kepemimpinan dengan kerendahan hati. Posisi puncak tidak membuat mereka terlena dan merasa tidak memerlukan lagi nasihat, saran, pikiran, maupun pandangan dari orang lain—bukan hanya mengenai isu-isu yang menjadi tanggung jawab mereka, melainkan yang lebih penting ialah tentang peran mereka sebagai pemimpin. “Untuk apa saya jadi pemimpin dan bagaimana saya harus memimpin?” layak selalu jadi pengingat ketika seorang pemimpin dihadapkan pada situasi genting yang menunggu keputusannya. Ibarat suhu di dunia persilatan, semakin tinggi posisi seseorang,…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
