Inovasi Pembelajaran yang Fun, Easy, dan Discreening Melalui Literasi di Era Pandemi – Peristiwa

[ad_1]

Penulis Indonesiana

Bergabung Sejak:
1 hari lalu


2 jam lalu

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Fun berarti melakukan pembelajaran yang menyenangkan melalui pemanfaatan biji-bijian untuk mengasah kreativitas anak. Easy berarti melakukan pembelajaran yang mudah dipahami dan diterapkan melalui pelatihan dan pendampingan google form. Discerning berarti belajar menggunakan perangkat teknologi secara bijaksana. Oleh karena itu, pemberdayaan sejak dini pada anak diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan literasi pada masa pandemi.

    Dibaca : 20 kali

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi. KKN biasanya dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma. Bentuk pengabdiaan dengan penuh tanggung jawab pada saat KKN perlu diterapkan oleh setiap mahasiswa. Bentuk pengabdian tahun ini sangat berbeda dibandingkan dua tahun lalu. Perbedaan bentuk pengabdian disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 di Indonesia.

    Pelaksanaan KKN tahun ini harus memperhatikan penggunaan protokol kesehatan, dan himbauan 5M. Pelaksanaan KKN dengan tema Kembali ke Desa 3 bertujuan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialami masyarakat akibat pandemi Covid-19. Cara yang digunakan untuk mengatasi permasalahan akibat pandemi adalah dengan kembali ke asal daerah masing-masing.

    Ada lima topik dalam KKN kali ini. Topik yang saya pilih adalah “Program Literasi Desa Pada Masa Pandemi Covid-19”. Desa yang menjadi tempat pelaksanaan KKN BTV 3 berada di Kabupaten Jember Selatan yaitu Kencong. Desa Kencong terletak di antara Desa Wonorejo dan Kraton dengan luas wilayah 58, 65 km2, dan jumlah penduduk sebanyak 68.469 jiwa.

    Keberadaan Covid-19 berawal pada bulan Maret 2020, dan terus mengalami peningkatan selama beberapa waktu terakhir. Proses penyebarannya yang sangat cepat berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini membuat seluruh aktivitas masyarakat terganggu dan diharuskan untuk mengikuti anjuran pemerintah yaitu menggunakan protokol kesehatan, seperti wajib memakai masker, mencuci tangan dengan benar, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga jarak.

    Selain dampak sosial juga terdapat dampak pada sektor pendidikan, misalnya penurunan literasi pada masyarakat. Pembelajaran online menjadi titik balik bagi anak sekolah dalam sektor pendidikan. Tentu terdapat permasalahan dalam pembelajaran online seperti bosan, menurunnya kretivitas, hingga tugas yang menumpuk. Oleh karena itu diperlukan kerja sama dari orang tua dan guru dalam inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengetahuan anak. Hal ini dapat menciptakan generasi yang berdaya saing dan dapat membangun kemajuan negara di masa mendatang.

    Kegiatan KKN dilaksanakan selama 30 hari dimulai pada tanggal 12 Agustus 2021 hingga 9 September 2021. Program kerja berkaitan dengan tema literasi dibagi menjadi 4 program mingguan. Program pada minggu pertama berada di Desa Kencong yaitu melakukan survei lokasi dan observasi di SD Negeri Kencong 01 serta menentukan sasaran yaitu wali kelas dan anak sekolah yang duduk dibangku sekolah dasar kelas 2.

    Pada minggu kedua melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengasah kreativitas anak dengan memanfaatkan bahan alam (biji-bijian) di rumah. Pada minggu ketiga melakukan pelatihan dan pendampingan dalam kegiatan bijaksana menggunakan teknologi untuk memberikan edukasi sejak serta menyiapkan materi untuk menunjang jalannya kegiatan.

    Kemudian pada minggu keempat melakukan pelatihan dan pendampingan pada anak dalam kegiatan penggunaan google form untuk meningkatkan efisiensi dalam pembelajaran. Setelah itu, melakukan evaluasi program kerja KKN dan penyusunan laporan kegiatan selama 30 hari di bangku kelas 2 SD Negeri Kencong 01, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

    Fun berarti melakukan pembelajaran yang menyenangkan melalui pemanfaatan biji-bijian untuk mengasah kreativitas anak. Easy berarti melakukan pembelajaran yang mudah dipahami dan diterapkan melalui pelatihan dan pendampingan google form. Discerning berarti belajar menggunakan perangkat teknologi secara bijaksana. Oleh karena itu, pemberdayaan sejak dini pada anak diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan literasi pada masa pandemi.

    (Asri Dwi Wulandari/KKN 20/Desa Kencong, Jember/Setiyono)



    [ad_2]

    Sumber Berita

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Translate »