Produk Batik Sasambo Pringgasela Tembus Medan dan Mancanegara


Salah satu Sentra Batik mengembangkan Batik Sasambo ada di Dusun Kedondong Desa Pringgasela Selatan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Sentra Batik Sasambo ini dikembangkan oleh Kusman Jayadi.

Pada bulan Maret 2007, Kusman mendapat kesempatan Pelatihan membatik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Timur berupa Pelatihan Tenun Motif Batik yang diikuti sebanyak 20 Peserta selama 6 hari.

Setelah pelatihan tersebut Kusman mulai mencoba membuka usaha membatik di Desanya. Demikian dituturkannya kepada wartawan saat berkunjung ke Sentra Produksi Batik miliknya.

Selanjutnya Kusman menuturkan Ia memulai usaha membatiknya dari modal yang bisa dibilang kurang. “Dari modal Lima Ratus Ribu Rupiah, awal mulai mengembangkan Kerajinan Motif Batik tersebut, walaupun dengan keahlian yang sangat terbatas,” akunya.

Produksi Batik pertamanya oleh Kusman dibawa berkeliling sambil memperkenalkan kepada Masyarakat, Pegawai Negeri maupun Swasta. “Walaupun tidak mendapat respon yang baik, saya tidak pernah menyerah dan terus-menerus memperkenalkan hasil karya saya. Sehingga saya mendapat pesanan pertama sebanyak 20 lembar, pesanan itu saya kerjakan selama 2 bulan karena saya mengerjakannya sendirian,” tutur Kusman.

Kendati sudah berusaha untuk tetap bertahan, akhirnya Kusman menyerah juga untuk memperkenalkan produknya karena belum mendapat respon yang baik. “Harapan dan cita-cita itu tidak bisa saya wujudkan pada saat itu karena tidak adanya perhatian dari pihak Pemerintah, akhirnya pada tahun 2009 saya memutuskan untuk menutup usaha saya itu,” terangnya.

Setelah ada launching  BATIK SASAMBO tahun 2010 oleh Gubernur NTB saat itu, TGB. Zainul Majdi, menjadi Batik Khas Nusa Tenggara Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB mengadakan Pelatihan Desain Kerajinan Batik Sasambo yang diikuti oleh 20 Peserta termasuk dirinya, yang berasal dari semua Kabupaten yang ada di NTB.

Pada tanggal 1 Juni 2010 Kusman mengikuti study banding selama 6 hari ke Solo yang diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi. Dalam studi banding tersebut, Ia mendapatkan wawasan dan motivasi yang cukup berharga.

Setelah itu Kusman mendapat suntikan semangat lagi untuk mengembangkan kerajinan batiknya. Dengan hasil yang diperoleh dari Solo, Ia membuka kembali usaha yang sempat ditutup tersebut. “Saat kembali ke kampung sepulang saya studi banding dari Solo tersebut, semangat saya untuk mengembangkan Kerajinan Batik ini bangkit kembali dan memutuskan pada Bulan Juni tahun 2010 saya mengembangkan usaha Kerajinan Batik itu kembali, “tuturnya dengan penuh semangat.

Pada kesempatan tersebut Kusman juga berkenan untuk menjelaskan secara singkat proses pembuatan batik Sasambo. Dalam proses pembuatan Batik Sasambo, yang pertama dilakukan adalah Proses Mendesain Motif, kedua Proses Pencantingan Lilin Malam, ketiga Proses Pewarnaan (Celup atau Kuas), keempat Proses Penutupan atau Pemblokan Motif dengan Lilin malam, kelima proses Pewarnaan, dan yang terakhir Proses Pelorodan (Pelepasan Lilin Malam dari Kain). Jadilah batik sasambo yang indah.

Kusman Jayadi yang juga bekerja di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Timur mengatakan, Produksi Kain Batik yang dihasilkan oleh Sentra Batik Sasambo sampai saat Ini lebih dari 25 ribu lembar.

“Sekarang Alhamdulillah seragam untuk pegawai Pemerintah atau Swasta dari Provinsi maupun Kabupaten sering menggunakan produksinya. Bahkan pernah dipesan dari Medan 180 lembar dan pesanan turis mancanegara yang mampir ke galerinya,” tutupnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.