Perlu Meninggalkan Jejak Digital Positif, Apakah Perlu?

Photo: Pexels

INDONESIANTALK.COM – Bijaksanalah dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Apa itu rekam jejak digital?
Jejak digital merupakan kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digitalJejak digital dapat tersedia baik bagi data digital yang disimpan di komputer (tanpa terhubung internet) maupun yang disimpan secara online (terhubung ke internet).

Dalih sederhana, apapun yang kita karena rekam jejak digital ini dapat tersimpan dalam waktu yang lama dan sulit untuk dihapus. Rekam jejak digital ini layaknya pisau bermata dua.

Bahaya pertama yang ditimbulkan jejak digital adalah Digital Exposure. Dampaknya, berbagai pihak tak bertanggung jawab jadi memiliki akses untuk mencuri data pribadi tanpa diketahui.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka bisa mencuri identitas atau melakukan tindak kriminal lainnya karena adanya kesempatan.

Apabila dalam menggunakan media sosial tidak berhati-hati, maka bisa saja dampak negatifnya berbalik kepada kita, seperti senjata makan tuan.

Di era digital ini, jejak digital menciptakan dan menggambarkan kepribadian kita di mata orang lain, melalui apa yang kita posting dan komentari pada media sosial.

Saat ini, sebagian besar orang menganggap apa yang terjadi pada seseorang di media sosial merupakan jati diri mereka sebenarnya.

Namum, bila kita meninggalkan jejak digital yang buruk sewaktu-waktu bisa dilacak dan membuat rugi diri sendiri.

Semua aktivitas yang kita lalukan di media digital akan terekam dan sulit terhapus. Meski terdapat beberapa fitur yang mampu menghapus jejak digital, tetapi  tanpa kita sadari atau diketahui bisa saja orang lain sudah ada yang menyimpan jejak digital kita, seperti melakukan screenshot pada sebuah postingan.

Manfaat dan kerugian dari jejak digital tergantung bagaimana kita melaksanakan dan menggunakan media sosial atau internet itu sendiri. Banyak dari kita harus memahami bagaimana cara bijak bermedia sosial.

Bagaimana cara menjaga jejak digital tetap bersih?

Jejak digital tentulah penting,  tapi kita perlu mengetahui cara agar menjaga jejak digital tetap bersih.

Illustration of Clean Digital Imprint. Photo: Pexels

Yuk simak beberapa tips berikut:

  • Bijak sebelum menulis

Beberapa hal yang tampil dalam internet bukan hanya sekedar informasi tentang diri sendiri, tetapi cara berperilaku juga kerap terekam secara otomatis dalam internet.

Maka dari itu, diperlukan pemikiran yang matang sebelum menulis atau mengunggah apapun ke internet.

Mulai dari argumen, foto, video, dan lainnya. Sebelum mengunggah komentar, misalnya, coba tanyakan pada diri sendiri apakah diri kita keberatan jika suatu saat unggahan tersebut dikaitkan dengan diri kita.

Menjaga kebersihan jejak digital lebih mudah dibandingkan menghapusnya. Jadi, lebih baik mulai sekarang kita lebih peduli akan hal itu.

  • Bentuk citra positif di dunia maya

Bagaimana membangun citra positif?

Membranding diri dengan konten positif sebanyak-banyaknya, komen dan argumen yang bermanfaat, menulis blog, hingga terlibat dalam diskusi forum online, atau kegiatan bakti sosial.

Kelak bila seseorang atau perusahaan yang ingin merekrut kita, dan ingin mengetahui sosok kita lebih dalam, pada umumnya  rekruiter akan mencari nama kita di internet, konten-konten positif inilah yang akan menambah point plus bagi kita.

  • Memeriksa jejak digital

Cari diri sendiri di situs pencarian untuk mengecek seperti apa jejak digital. Apabila terdapat jejak digital yang kurang baik, sebaiknya segera hapus atau sembunyikan agar orang lain tidak dapat melihatnya.

  • Hapus akun tidak aktif

Banyak dari kita yang mungkin membuat banyak akun di berbagai platform media sosial. Luangkan waktu untuk menelusurinya kembali dan menghapus akun-akun yang sudah tidak aktif. Memang diperlukan upaya ekstra , tetapi bisa kita lakukan secara bertahap.

  • Perhatikan perangkat mobile

Ponsel atau tablet merupakan perangkat yang memberikan akses langsung terhadap diri sendiri secara pribadi. Pelajari aturan privasi di dalam perangkat tersebut kemudian pastikan untuk tidak mengizinkan aplikasi yang akan “menarik” data pribadi tanpa sepengetahuan diri sendiri.

  • Matikan fitur “tagging”

Seringkali teman kita mengunggah foto diri kita,  bila foto itu kurang layak untuk dilihat publik, misalkan di suatu pesta yang meriah, kita tampak sedang mabuk dan kemudian foto itu bisa tersebar kemana-mana sebelum kita menyadarinya.

Beberapa platform media sosial menyediakan fitur untuk mematikan tagging untuk menghindari potensi unggahan negatif di masa depan.

Untuk unggahan masa lalu, kita juga bisa meminta pengunggahnya untuk menghapus tag terhadap akun kita. Meskipun, hal ini mungkin sedikit rumit jika berkaitan dengan kasus seperti seperti mantan kekasih.

Kesimpulannya?

Pada intinya, jejak digital adalah sebuah hal yang sangat penting karena dunia maya bisa mencerminkan sikap dan perilaku di dunia nyata. Jadi, sebisa mungkin jangan mengunggah dan menulis hal-hal aneh di internet dan sosial media.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »